Nasdem Menilai Peran Jokowi Sudah Besar untuk Mendorong Produk UMKM Tembus Pasar Ekspor

"Tidak bisa dinaifkan, UMKM penting baik domestik maupun ekspor karena dari UMMN muncul pengusaha besar,"

Nasdem Menilai Peran Jokowi Sudah Besar untuk Mendorong Produk UMKM Tembus Pasar Ekspor
tribunnews/Apfia Tioconny Billy
Shanti Ramchand Shamdasani 

Upaya pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) meningkatkan kualitas dan kuantitas produk pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dinilai sudah besar dan masih akan terus ditingkatkan.

Politisi NasDem Shanti Ramchand berpendapat, pemerintahan Jokowi sangat responsif "Untuk kepentingan ekspor UMKM.

"Hal itu terlihat dari kedubes RI di luar negeri sangat welcome dan mengayomi sehingga UMKM meningkat, “  ujarnya kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (16/3/2019).

Para dubes pun, lanjutnya, juga benar-benar diminta Presiden membantu UMKM. Kedutaan di luar negeri sangat terbuka mengajak UMKM ke luar negeri.

"Dilaunching pada saat acara Kedubes. Dengan begitu, produk UMKM akan dikenal di berbagai negara. Saya praktik langsung. Saya membawa 7 pedagang Indonesia ke New Delhi, India. Mereka pedagang UMKM ada yang minyak kelapa, kacang, tekstil, sendal. Mereka ke sana kita lakukan B to B. Langsung menawarkan produknya kepada pengusaha di India. Hasilnya bagus. Banyak yang tertarik," kata Caleg NasDem dari Dapil DKI Jakarta II itu.

Untuk di dalam negeri, pada prinsipnya semua bagus untuk UMKM. Regulasi, dan perhatian pemerintah sangat tinggi untuk mengembangkan dan meningkatkan UMKM.

Namun, yang perlu ditingkatkan adalah marketingnya. Pemerintah harus memberikan edukasi kepada pelaku UMKM agar melek teknologi. Di era digital sekarang ini, perlu juga pelaku UMKM diberikan pengetahun soal bisnis online.

"Banyak UMKM yang bagus produksinya tetapi jualnya tidak bisa. Jadi, kalau bisa UMKM industri rumahan dan kecil, harus didukung di online untuk menggenjot penjualan. Ke depan, pemeritah harus mengalokasikan anggaran bagaimana memberikan pemahaman marketing UMKM di media sosial," tuturnya.

VIDEO: Rommy Ketua Umum P3 Diciduk KPK, Sandiaga Mengaku Syok

VIDEO: Penggerebekan Prostitusi Online di Apartemen Kebagusan City Jalan Baung

Senjata Pembantai Milik Brenton Tarrant Tipe AR 15 Bertuliskan Pengungsi Selamat Datang di Neraka

Hal senada disampaikan politikus NasDem Eva Yuliana. Menurutnya UMKM merupakan instrumen kecil yang tidak boleh dilupakan. Di mana semua pelaku usaha baik yang besar dan tengah berasal dari UMKM.

"Tidak bisa dinaifkan, UMKM penting baik domestik maupun ekspor karena dari UMMN muncul pengusaha besar," kata politikus NasDem Eva Yuliana.

Caleg Dapil Jateng V yang meliputi Sukoharjo, Klaten, Boyolali, dan Solo itu mengatakan di Solo banyak variatif UMKM. Terlebih banyak destinasi wisata di Solo sehingga mempermudah mengembangkan UMKM.
"Kita bisa lihat UMKM batik misalnya sangat banyak. Pemerintah sangat bagus turut aktif dalam acara-acara UMKM. Mempopulerkan UMKM. Kementerian perdagangan mengadakan ekspo setiap tahunnya," katanya.

Selain itu, di Solo dan beberapa indsutri kecil berhasil diekspor meski masih dalam batas kecil. "Kenapa UMKM mengekspor secara mandiri? Karena dalam ekspor butuh pengiriman yang besar maka biaya produksinya ditekan," ucapnya.

Presiden Joko Widodo (Jokowi), katanya, sangat memperhatikan UMKM karena berawal dari UMKM itu sendiri. Menurut dia, Jokowi adalah pelaku, sehingga regulasi keputusan yang dikeluarkan oleh Presiden persis apa yang dirasakan dan alami.

Besarnya perhatian pemerintah Jokowi terhadap UMKM dipuji mantan menteri perdagangan Rachmat Gobel dan mantan menteri perdagangan era Presiden SBY, Muhammad Luthfi. Keduanya mengatakan, pembangunan infrastruktur dan berbagai program Jokowi, yakni dana desa, serta kredit usaha rakyat sukses memicu pertumbuhan UMKM.

Rachmat dan Luthfi senada mengutarakan, potensi ekspor usaha kecil menengah masih sangat besar. Namun, salahsatu produk UKM yang masih bisa bertumbuh dengan agresif adalah di sektor makanan.
Diakui, produk-produk tradisional seperti kerajinan dan perhiasan, pertumbuhannya sudah mulai dua digit. Namun, jika pemerintah ingin membawa lagi produk potensial lain ke mancanegara, baik Luthfi dan Rachmat Gobel menilai, sektor produk makanan bisa menjadi peluang besar

Editor: Ahmad Sabran
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved