Eddies Adelia Merasa Lega karena Menilai Ayahnya Berpulang dengan Tidak Dipersulit

Eddies Adelia mengatakan, setahun belakangan ini, ayahnya setiap bulan sudah sering cek darah ke rumah sakit dan sering keluar masuk rumah sakit.

Eddies Adelia Merasa Lega karena Menilai Ayahnya Berpulang dengan Tidak Dipersulit
Warta Kota/Arie Puji Waluyo
Eddies Adelia menebarkan bunga dan air diatas pusara Ismail Djauhari, mendiang ayahnya, di TPU Kober Gede, Kampung Kemang, Jatiwaringin, Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (16/3/2019) siang. 

Ayahanda Eddies Adelia, Ismail Djauhari meninggal dunia pada Jumat (15/3/2019) pukul 16.00 WIB, setelah mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit karena penyakit yang dideritanya.

Setelah disemayamkan di rumah duka selama semalam, ayah Eddies Adelia dimakamkan di TPU Kober Gede Kampung Kemang, Jatiwaringin, Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (16/3/2019) pukul 10.30 WIB, dengan proses pemakaman yang khidmat.

Usai pemakaman, Eddies Adelia menjelaskan kronologi meninggalnya sang ayah, yang bermula memang Ismail Djauhari sudah menderita sakit selama setahun terakhir.

Eddies Adelia mengatakan, setahun belakangan ini, ayahnya setiap bulan sudah sering cek darah ke rumah sakit dan sering keluar masuk rumah sakit.

"Saya selalu ikhtiar kepada Allah SWT menghadapi penyakit ayah saya. Pada 26 Februari 2019 lalu saya ulangtahun, bapak sama saya sempat ke panti asuhan. Tiba-tiba malamnya bapak saya meriang dan kemudian batuk reak tidak keluar. Kemudian, diobatin," kata Eddies Adelia seraya menangis.

Mengingat Eddies yang cukup sukses di dunia entertain, ia dan kakak-kakaknya berusaha melakukan penyembuhan yang terbaik untuk sang ayah.

Eddies mengatakan bahwa tiga minggu belakangan ini, ayahandanya di rawat di Rumah Sakit (RS) Medistra dan RS Islam, Cempaka Putih yang akhirnya menghembuskan nafas terakhir.

"Ada reak di paru-paru saat dibawa pertama kali ke rumah sakit. Kemudian, ada racun di dalam tubuh ayah saya, kemudian dokter berusaha mengangkatnya. Terus, kemudian ayah saya harus cuci darah," jelasnya.

Eddies mengaku kalau ia bersyukur karena ayahandanya meninggal tanpa ada kendala sedikit pun, saat sedang sakaratul maut. Ia pun terus mendoakan ayahnya saat baru-baru meninggal dunia.

"Tapi, itu semua adalah sebabnya saja. Ayah saya setelah bada azhar di hari Jumat yang mulia, ayah saya berpulang ke rahmat allah. Saya tauhidkan di telinganya, saya pegang tangan bapak saya, saya cubit kaki bapak saya. Alhamdulillah, ayah saya sakaratul mautnya dimudahkan allah tidak dipersulit," ujar Eddies Adelia.
Penulis: Arie Puji Waluyo
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved