Penembakan di Selandia Baru

Brenton Tarrant Pembantai di Masjid Newzeland Ternyata Pengagum Presiden Trump dan Pembenci Erdogan

Penembak Muslim di dua masjid di Selandia baru ternyata pengagum Presiden Donald Trump dan pembenci Presiden Erdogan.

Brenton Tarrant Pembantai di Masjid Newzeland Ternyata Pengagum Presiden Trump dan Pembenci Erdogan
dailymail
Peta ini menunjukkan penyerangan teroris di dua masjid di Christchurch Selandia Baru dan penemuan bom mobil. Penembakan di Christchurch Selandia Baru menewaskan 49 orang, Jumat (15/3/2019). 

Polisi temukan manifesto setebal 74 halaman yang mengungkap rencana brutal dan alasan Brenton Tarrant bunuh Muslim yang tengah Salat Jumat di dua masjid di Christchurch, Selandia Baru, Jumat (15/3/2019).

Brenton Tarrant tidak asal ketika melakukan penembakan di Masjid Al Noor, Christchurch, Selandia Baru, pada Jumat (15/3/2019).

Melalui manifesto berjudul "The Great Replacement" yang dia buat sendiri, terungkap Tarrant sudah merencanakan aksi kejinya itu sejak lama.

Manifesto itu juga mengungkap,  siapa Brenton Tarrant tersebut?

Brenton Tarrant  pengagum Presiden Donald Trump dan Brenton Tarrant pembenci Presiden Recep Tayyip Erdogan.

Donald Trump adalah Presiden Amerika Serikat yang sering mengeluarkan pernyataan kontroversial.

Recep Tayyip Erdogan adalah Presiden Tukri yang pernyataannya sering membuat kuping sejumlah pemimpin Eropa dan Amerika 'panas'.

Berikut Ramalan Cinta Zodiak Sabtu (16/3): Aries Hadapi Masalah, PDKT Cancer Alami Hambatan

Manifesto Setebal 74 Halaman Ini Ungkap Alasan Brenton Tarrant Bunuh 49 Muslim saat Salat Jumat

Debat Ketiga Cawapres Digelar 17 Maret 2019, Ini Persiapan Maruf Amin dan Sandiaga Uno

Dilaporkan Independent.ie, Brenton Tarrant teroris asal Grafton Australia itu sudah berencana untuk melakukan penembakan massal selama dua tahun terakhir.

"Aku memulai rencana serangan ini sejak dua tahun terakhir. Kemudian menetapkan lokasi di Christchurch dalam tiga bulan terakhir," katanya.

Dalam manifesto setebal 74 halaman itu, Tarrant memperkenalkan diri sebagai anti-imigran dengan para korban disebutnya sebagai "sekelompok penjajah".

Halaman
123
Editor: Suprapto
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved