Bayi Lobster Senilai Rp 19 Miliar Diselundupkan di Bandara Soetta

Pelaku menyelundupkan bayi lobster sebanyak 125.619 ekor. Benih Lobstertersebut dikemas menggunakan 128 kantong plastik yang telah diisi air laut dan

Bayi Lobster Senilai Rp 19 Miliar Diselundupkan di Bandara Soetta
Warta Kota/Andika Panduwinata
Bayi Lobster Senilai Rp 19 Miliar Diselendupkan di Bandara Soetta 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Andika Panduwinata

BANDARA, WARTAKOTALIVE.COM - Jajaran Badan Karantina Ikan Bandara Soekarno Hatta, Tangerang membongkar kasus penyelundupan bayi losbter. Benih - benih lobster yang diselundupkan ini senilai Rp. 19 miliar.

Pelaku menyelundupkan bayi lobster sebanyak 125.619 ekor. Benih Lobster tersebut dikemas menggunakan 128 kantong plastik yang telah diisi air laut dan oksigen.

Kemudian kantong plastik berisi benih lobster itu dimasukkan ke dalam 4 koper berukuran besar. Bayi - bayi lobster ini akan dibawa oleh pelaku yang diketahui berinisial ER dan RW menuju Singapura menggunakan pesawat Garuda Indonesia.

Kepala Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Laut Kementerian Kelautan dan Perikanan, Rina menjelaskan ikhwal pengungkapan penyelundupan benih lobster tersebut. Penggagalan berawal dari kecurigaan petugas Aviation Security (Avsec) terhadap 1 koper di area Baggage Handling System (BHS) yang rencana akan berangkat ke Singapore menggunakan pesawat Garuda Indonesia pada Juma (15/3/2019) malam.

Pada saat dipanggil oleh petugas terkait koper tersebut, pemiliknya menghilang. Lalu dilakukan lah pemeriksaan lebih lanjut.

"Kemudian petugas Avsec menghubungi petugas Balai Besar KIPM Jakarta I untuk melakukan pengecekan bersama terhadap tas koper tersebut. Benar saja, koper - koper itu berisi benih lobster," ujar Rina di Area Perkantoran Bandara Soetta, Tangerang, Sabtu (16/3/2019).

Selanjutnya, petugas Balai Besar KIPM Jakarta I berkoordinasi dengan pihak Ground Handling Gapura Angkasa untuk melakukan pengecekan lebih lanjut terhadap barang bagasi penumpang yang belakangan diketahui merupakan Warga Negara Indonesia (WNI).

"Petugas Balai Besar KIPM Jakarta I kembali pengamankan 3 tas Koper di area pick up zone. Setelah dilakukan pemeriksaan ulang melalui X-ray di pastikan koper tersebut berisi Benih Lobster," ucapnya.

Sampai dengan saat ini, Tim BKIPM Jakarta I tengah melakukan pengembangan dan pengejaran terhadap pelaku dengan inisial ER dan RW. Hal itu dilakukan untuk mengungkap sindikat jaringan penyelundup bayi lobster itu.

"Ancaman hukuman pidana Penyelundupan Benih Lobster ini Melanggar Pasal 16 ayat 1 Jo Pasal 88 UU Nomor 31 tahun 2004 tentang Perikanan dengan ancaman pidana penjara paling lama 6 tahun dan denda paling banyak Rp 1,5 miliar," kata Rina.

Rina menyebut benih lobster dengan nilai estimasi kurang lebih Rp 19 miliar tersebut akan segera dilepas liarkan ke habitat aslinya.

"Kami akan melalukan pelepas liaran benih lobster ini ke lokasi yang paling cepat dijangkau dan layak untuk kehidupan lobster," paparnya. (dik)

Penulis: Andika Panduwinata
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved