Satu Jam Diguyur Hujan, Wilayah Semanan Jakarta Barat Dilanda Banjir

Meski hujan yang menguyur wilayah Jakarta pada Jumat (15/3) sore tidak begitu lama, namun sejumlah wilayah Jakarta dilanda banjir.

Satu Jam Diguyur Hujan, Wilayah Semanan Jakarta Barat Dilanda Banjir
Wartakotalive.com/Joko Supriyanto
Hujan deras mengakibatkan banjir di kawasan Kelurahan Semanan RT 02/RW 06, Jakarta Barat. 

KALIDERES, WARTAKOTALIVE.COM -- Meski hujan yang menguyur wilayah Jakarta pada Jumat (15/3) sore tidak begitu lama, namun sejumlah wilayah Jakarta dilanda banjir.

Seperti yang terjadi dikawasan Kelurahan Samanan, Jakarta Barat. Dimana hujan yang terjadi kurang lebih satu jam ini membuat pemukiman warga di Jalan Semanan Raya RT 02/RW 06 banjir dengan ketinggian 30-50 centimeter.

Dampak banjir tersebut juga mengakibatkan tiga RT tergenang seperti RT 01, 02, dan RT 07 di RW 06 Kelurahan Semanan, Jakarta Barat. Namun banjir berdampak para terjadi di RT 02 dimana air masuk kedalam rumah.

Beberapa warga yang terdampak pun terpaksa memindahkan barang-barang mereka ke lokasi yang aman seperti ke lantai dua rumah mereka, meski begitu warga mengaku banjir memang kerap terjadi melanda pemukimannya.

"Pokoknya hujan tadi mas, air langsung naik, karena kan emang salurannya itu kecil, jadi sering banget kalo hujan pasti berimbas ke pemukiman," kata salah seorang warga Roni (42), Jumat (15/3/2019).

Atas banjir yang mengenangi pemukimannya ia pun terpaksa memindahkan barang barang berharga miliknya ke lantai dua rumah miliknya agar tidak terendam banjir. Meski begitu diakui, Roni jika banjir kerap kali terjadi di wilayahnya.

"Ya kalo hujan deres pasti banjir, makannya kita kalo udah tahu hujan deres ni, air udah didepan rumah aja, langsung pindahin barang-barang ke lantai atas," ujarnya.

Terpisah, Ketua RW 06, Muhasan mengatakan ada tiga RT yang terdampak banjir di lingkungan wilayahnya akibat hujan deras yang terjadi sore tadi.

"Ada tiga RT 01, 07, 02, terparah ada ada RT 02. Itu 30-50 centimeter, dan memang kalo hujan pasti tergenang terus, ada sebagian masuk kerumah warga, itu ada di RT 01, dan 02," katanya.

Menurutnya banjir terjadi karena buruknya saluran air yang ada, sehingga menyebabkan air meluap dan mengenangi wilayahnya. Untuk itu dirinya berharap segera dibangun saluran air, untuk mengurangi debit air ketika hujan turun.

Meski begitu, ia mengaku jika permintaan pembuatan saluran air sudah ia layangkan pada Murembang, namun permintaan warga tersebut hingga saat ini tidak kunjung teralisasi, dampaknya warga pun selalu berjibaku dengan genangan jika hujan lebat menguyur.

"Saya juga sudah mengajukan itu dari RT 03 ke jalan samanan raya, buat saluran sepanjang 130 meter itu hasil rembuk RT RW musrembang 2018 tapi sampai saat ini belum terealisasi pembangunannya," katanya.

Jika saluran tersebut teralisasi, ia yakin akan mengurangi debit air masuk ke pemukiman warga, sehingga warga tak lagi terdampak banjir.

"Kita berharap lebih cepet lebih baik , saya juga tidak mau ini begini setiap hujan pasti banjir. Kalo drainase itu dibuat saya yakin bisa mengurangi debit air di RT 02, 06," ucapnya. (JOS)

Penulis: Joko Supriyanto
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved