Puluhan Warga Pindah Rumah Karena Termakan Isu Kiamat Sudah Dekat Ternyata Gara-Gara Ikut Aliran Ini

Sebanyak 52 warga pindah rumah ke wilayah lain karena termakan isu kiamat dan ingin selamat seperti Nabi Nuh.

Puluhan Warga Pindah Rumah Karena Termakan Isu Kiamat Sudah Dekat Ternyata Gara-Gara Ikut Aliran Ini
TRIBUNMADURA/RAHADIAN BAGUS
Rumah milik Marimun, warga Desa Watu Bonang, Kecamatan Badegan, Ponorogo, yang dijual Rp 20 juta, karena pindah ke Malang, akibat takut isu kiamat, Rabu (13/3/2019). 

Puluhan warga pindah rumah karena termakan isu kiamat sudah dekat, ternyata gara-gara ikut aliran ini.

Sebanyak 52 warga pindah rumah ke wilayah lain karena termakan isu kiamat sudah dekat dan ingin selamat seperti Nabi Nuh.

Puluhan warga termakan isu kiamat sudah dekat tersebut ternyata para Jamaah Thoriqoh Musa AS yang merupakan sebuah aliran keagamaan.

WartaKotaLive melansir TribunMadura, ikut Jamaah Thoriqoh Musa AS, sebanyak 52 warga ponorogo yang takut kiamat mau selamat seperti kisah Nabi Nuh.

Kisah Anggota Kopassus Ditodong Senjata Tentara Israel Empat Jam, Saat Menolong Bocah Lebanon

Pak Haji yang Diisukan Dekat Syahrini Sebelum Nikahi Reino Barack Diungkap Iis Dahlia

GOSIP Terbaru, Pedangdut Ini Bongkar Hubungan Syahrini dengan Pengusaha Kalimantan sebelum Menikah

Bupati Ponorogo, Ipong Muchlissoni, mengatakan 52 warganya yang pindah ke Malang karena didoktrin aliran keagamaan.

Warga tersebut meninggalkan rumah mereka di Desa Watubonang, Kecamatan Badegan, Ponorogo, karena ingin menyelamatkan diri dari kiamat.

Dia menuturkan, puluhan warga Ponorogo itu pergi ke Pondok Pesantren Miftahul Falahil Mubtadiin, milik pengasuh pondok bernama Muhammad Romli.

Pondok Pesantren itu berada di Dusun Pulosari, Desa Sukosari, Kecamatan Kasembon, Kabupaten Malang.

"Mereka pergi ke Ponpes Miftahul Falahil Mubtadiin. Mereka ini penganut thoriqoh Musa AS. Saya juga baru mendengar ada nama thoriqoh ini. Di NU ada 40 nama thoriqoh, tapi thoriqoh Musa ini nggak ada," ujarnya, kepada wartawan di ruang kerjanya, Rabu (13/3/2019) malam.

Menurut Ipong Muchlissoni, berdasarkan informasi yang diterima, warganya pergi ke Malang karena mendapatkan ajaran bahwa sebentar lagi dunia akan kiamat.

Halaman
1234
Editor: Panji Baskhara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved