Gerakan Nasional Revolusi Mental Harus Terus Ditumbuhkembangkan Di Tengah Masyarakat.

Revolusi industri kini telah terjadi di seluruh dunia dan memasuki era teknologi digital 4.0, termasuk di Indonesia.

Gerakan Nasional Revolusi Mental Harus Terus Ditumbuhkembangkan Di Tengah Masyarakat.
ist
Diskusi Media Forum Merdeka Barat (Dismed FMB) 9 dengan tema "Membangun Karakter dan Mental Indonesia" di Ruang Rapat Utama, Kantor Staf Presiden (KSP), Gedung Bina Graha, Jakarta, Kamis (14/3/2018). 

WARTA KOTA, PALMERAH  -------  Revolusi industri kini telah terjadi di seluruh dunia dan memasuki era teknologi digital 4.0, termasuk di Indonesia.

Saat ini Indonesia sedang fokus meningkatkan pembangunan sumber daya manusia agar bisa menjadi syarat dasar Indonesia untuk bisa memimpin di kancah global.

Hal ini disampaikan oleh Direktur Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Hilmar Farid dalam Diskusi Media Forum Merdeka Barat (Dismed FMB) 9 dengan tema "Membangun Karakter dan Mental Indonesia" di Ruang Rapat Utama, Kantor Staf Presiden (KSP), Gedung Bina Graha, Jakarta Pusat,  kepada Wartakotalive.com melalui keterangan pers yang diterima Kamis (14/3/2019)..

Diskusi Media Forum Merdeka Barat (Dismed FMB) 9 dengan tema
Diskusi Media Forum Merdeka Barat (Dismed FMB) 9 dengan tema "Membangun Karakter dan Mental Indonesia" di Ruang Rapat Utama, Kantor Staf Presiden (KSP), Gedung Bina Graha, Jakarta, Kamis (14/3/2018). (ist)

Menurutnya, revolusi karakter menjadi urat nadi yang penting dalam Gerakan Nasional Revolusi Mental, karena itu harus terus ditumbuhkembangkan di masyarakat.

"Gerakan ini merupakan bentuk perubahan yang kerap kita temui dalam kehidupan sehari-hari,, salah satu contohnya yang terjadi di commuter line, yang kini dinilai sudah lebih baik dari sebelumnya", kata Hilmar.

Pernyataan serupa juga dikemukakan oleh dirjen kebudayaan seperti yang terjadi pada pembangunan infrastruktur.

"Pembangunan infrastruktur, jangan dilihat secara fisik saja tetapi harus kita lihat juga efeknya dari sisi kebudayaan", ujarnya.

Dirinya juga menambahkan bahwa, penguatan pada pendidikan karakter sebisa mungkin dilakukan secara praktis, peserta didik diarahkan untuk bergotong royong melakukan bersih-bersih di sekolahnya.

Diskusi Media Forum Merdeka Barat (Dismed FMB) 9 dengan tema
Diskusi Media Forum Merdeka Barat (Dismed FMB) 9 dengan tema "Membangun Karakter dan Mental Indonesia" di Ruang Rapat Utama, Kantor Staf Presiden (KSP), Gedung Bina Graha, Jakarta, Kamis (14/3/2018). (ist)

"Sebagai contoh di Jepang, tidak ada Office Boy karena semua pekerjaan menjadi tanggung jawab masing-masing, sedangkan di Indonesia berbeda, segala sesuatunya harus dibantu oleh orang lain", ucap Hilmar.

Dalam acara tersenut, hadir sebagai narasumber Deputi IV Kemenpora Chandra Bhakti, Deputi Bidang Koordinasi Budaya Kemenko PMK Nyoman Shuida, dan Staf Ahli Mensos Bidang Aksebilitas Mardjuki.

Penulis: Nur Ichsan
Editor: M Nur Ichsan Arief
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved