Pemkab Tangerang Terapkan Program Gerakan Sekolah Menyenangkan

Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar menambahkan program GSM ini merupakan satu dari program unggulan dari 15 program yang ada.

Pemkab Tangerang Terapkan Program Gerakan Sekolah Menyenangkan
Warta Kota
Pemkab Tangerang Terapkan Program Gerakan Sekolah Menyenangkan 

Pemerintah Kabupaten Tangerang terapkan program Gerakan Sekolah Menyenangkan (GSM). Dengan program GSM, Pemkab Tangerang berusaha mengembalikan ruh dari ajaran Ki Hajar Dewantara.

Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang, Hadisa Mahsur. Ia menjelaskan GSM merupakan akar rumput yang berusaha mengembalikan ajaran Ki Hajar Dewantara yaitu sekolah sebagai taman yang menyenangkan.

"Program ini kami laksanakan sudah di 20 Sekolah Menengan Pertama (SMP) dan 50 Sekolah Dasar (SD) sebagai Pilot Project dan akan terus kita kembangkan ke seluruh SD dan SMP di Kabupaten Tangerang," ujar Hadisa, Rabu (13/3/2019).

Menurutnya, tujuan GSM ini untuk mempromosikan dan membangun kesadaran guru-guru, Kepala Sekolah dan pemangku kebijakan pendidikan untuk membangun sekolah sebagai rumah kedua bagi anak.

Yaitu sekolah sebagai tempat menyenangkan dan manusiawi untuk belajar, tempat mengembangkan potensi yang dimiliki anak, baik itu akademis maupun non akademis agar memiliki bekal keterampilan hidup di masa mendatang.

VIDEO: Dua Kurir Ekstasi Internasional Divonis Seumur Hidup dan Denda Rp 1 Miliar di PN Bekasi

"Semoga dengan terlaksananya kegiatan Gerakan Sekolah Menyenangkan ini dapat membawa prestasi belajar bagi anak-anak di Kabupaten Tangerang," ucapnya.

Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar menambahkan program GSM ini merupakan satu dari program unggulan dari 15 program yang ada. Dan juga masuk dalam RPJMD Kabupaten Tangerang tahun 2019-2023.

"Untuk menyukseskan program GSM ini kita perlu beberapa OPD yang terlibat dalam penyempurnaan program tersebut. Karena salah satu tujuan dari GSM adalah merubah mindset para guru dan Kepala Sekolah," kata Zaki.

"Secara teknis yang sudah dipaparkan oleh Kadisdik terkait program GSM saya merasa bangga dan puas, akan tetapi masih perlu kita terus berinovasi dan berupaya untuk membenahi dan memperbaiki. Secara bertahap terus berproses agar program ini bisa berjalan konsisten," sambungnya.

Zaki menyebut pihaknya perlu melibatkan Bappeda, Dinkes, Kominfo, Perkim, Aset dan Cipta Karya untuk menyelaraskan program GSM. Sebab kedepan memiliki standar bangunan untuk sekolah.

VIDEO: Partai Golkar dan PPP Paling Banyak Melanggar Aturan Pemasangan Alat Kampanye di Senen

"Kedepan kita tidak mau ada lagi sekolah yang sift 2, saya lebih menyarankan untuk membangun sekolah baru jangan membuat Ruang Kelas Baru (RKB). Berdasarkan pengalaman, dengan membangun RKB tapi tanahnya tidak bertambah justru itu malah membuat sekolah menjadi sempit, jangankan untuk olahraga untuk apel saja tidak ada lapangan," ungkap Zaki.

Dirinya akan pikirkan reward untuk Kepsek yang menjalankan GSM secara konsisten dan juga mau berinovasi. Serta jangan sampai overlaping dari kurikulum yang sudah baku, jangan sampai mengabaikan kewajibannya.

VIDEO: Cegah Kanker Serviks, Artis Cinta Laura Ajak Wanita Indonesia Jangan Takut untuk Vaksin HPV

"Secara bertahap akan kita perbaiki dan terus sempurnakan program GSM ini kedepan kita lebih fokus menyeluruh dan intens agar program ini benar-benar dapat berjalan secara berkesinambungan dan konsisten," paparnya. (dik)

Penulis: Andika Panduwinata
Editor: Ahmad Sabran
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved