Jawab Pernyataan Prabowo, BNN Buka-bukaan Terkait Kartel Narkoba di Indonesia

Beberapa waktu lalu Calon Presiden Nomor Urut 2 menyebutkan bahwa Indonesia dimasuki 72 kartel narkoba. Badan Narkotika Nasional menjawab tudingan itu

Jawab Pernyataan Prabowo, BNN Buka-bukaan Terkait Kartel Narkoba di Indonesia
Wartakotalive.com/Rangga Baskoro
Deputi Berantas BNN, Irjen Arman Depari . 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com Rangga Baskoro

KRAMATJATI, WARTAKOTALIVE.COM -- Beberapa waktu lalu Calon Presiden Nomor Urut 2 menyebutkan bahwa Indonesia dimasuki 72 kartel narkoba. Badan Narkotika Nasional (BNN) menjawab tudingan tersebut.

Menurut Deputi Berantas BNN, Irjen Arman Depari mengatakan jumlah kartel tidak selalu sama.

Arman namun tak menampik tudingan itu.

Namun demikian, ia mengatakan dari waktu ke waktu sindikat yang beroperasi di Indonesia tidak selalu sama jumlahnya. Hal itu dimungkinkan karena kartel atau jaringan sudah tidak aktif atau dibongkar.

"Nah kalau kartel itu lebih tepat untuk bisnis, perjanjian dagang. Di kejahatan narkoba biasa kita sebut dengan sindikat. Nah sindikat itu terdari jaringan-jaringan," ujar Arman di Gedung BNN, Jakarta Timur, Selasa (12/3).

Lebih jauh lagi, Aeman menjelaskan bahwa pihaknya berhasil mengungkap 80 jaringan narkoba sepanjang tahun 2018 lalu.

Dalam menjalankan bisnis haramnya, jaringan narkoba tersebut beroperasi menggunakan tiga lapisan yang saling berkoordinasi, mulai dari bandar, pengedar, dan pemakai.

"Padahal sebenarnya pada sindikat narkoba yang lengkap itu paling tidak terdiri dari lima tingkatan," jelasnya.

Idealnya sindikat besar narkoba terdiri dari master mind, produsen, pelaku-pelaku lapangan, bandar dan pengedar-pengedar seluruh Indonesia.

"Pengedar ini lah yang turun langsung ke masyarakat. Paling tidak sindikat yang lengkap itu terdiri dari lima tadi," ungkapnya. (abs)

Penulis: Rangga Baskoro
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved