Banyak Pengusaha di Tangerang Langgar Kewajibannya dalam Segi Ketenagakerjaan

Banyak Pengusaha di Tangerang Langgar Kewajibannya dalam Segi Ketenagakerjaan. Para pengusaha diimbau untuk mendaftarkan karyawannya ke BPJS.

Banyak Pengusaha di Tangerang Langgar Kewajibannya dalam Segi Ketenagakerjaan
Kompasiana
Ilustrasi KARTU BPJS Ketenagakerjaan 

Banyak Pengusaha di Tangerang Langgar Kewajibannya dalam Segi Ketenagakerjaan. Para pengusaha diimbau untuk mendaftarkan karyawannya ke BPJS.

WAKIL Wali Kota Tangerang, Sachrudin, mengimbau para pengusaha untuk mendaftarkan karyawannya ke BPJS.

"Saya harapkan perusahaan yang ada di Kota Tangerang ikuti aturan main dalam menyejahterakan karyawannya melalui BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan," ujar Sachrudin, Rabu (13/3/2019).

Sebagaimana diketahui, dalam Undang-undang nomor 24 tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial, di mana BPJS Ketenagakerjaan melindungi pekerja dengan 4 program, yakni:

- jaminan hari tua (JHT),

- jaminan kecelakaan kerja (JKK),

- jaminan kematian (JKM),

- jaminan pensiun (JP).

Cuma 10 Menit Mengisi Online SPT Pajak Tahunan Pribadi, di Sini Ada Linknya dan Panduan EFIN

4 Titik Bom Terancam Meledak di Sibolga dengan Radius Ledakan 7 Kilometer, Warga Langsung Menjauh

Gagal Bayar Utang ke China, Kena Chinese Money Trap: Mata Uang Jadi Yuan Hingga Lego BUMN

Sementara itu, Rakhmansyah Kepala Disnaker Kota Tangerang menjelaskan, tujuan dari sosialisasi ini adalah agar para pengusaha mau mendaftarkan para pekerja ke dalam BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan.

"Kami mengundang Kepala Kantor BPJS wilayah Cikokol, Cimone dan Batuceper untuk menyosialisasikan berbagai manfaat jika bergabung kedalam BPJS. Sekaligus meminta data perusahaan mana saja yang masih tidak mengikuti aturan main yang berlaku," ucap Rakhmasnyah.

"Jika masih ada perusahaan yang membandel, kami akan lanjutkan data tersebut pada Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Provinsi Banten khususnya bidang pengawasan untuk penanganan lebih lanjut," katanya.

Menurut keterangan dari Kepala Kantor BPJS wilayah Batuceper Ferry Yuniawan, berbagai kasus yang ditemukan masih terbilang cukup banyak.

Terutama di lini usaha kecil dan menengah.

"Ada yang punya karyawan 50 orang, ternyata yang didaftarkan hanya 25 orang. Ada juga yang masih menunggak," ungkap Ferry.

"Negara hadir melalui program BPJS kesehatan dan ketenagakerjaan yang berfungsi sebagai jaring pengaman sosial," paparnya. (dik)

Penulis: Andika Panduwinata
Editor: Hertanto Soebijoto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved