Alasan Toko Kosmetik di Tangerang Jual Obat Keras karena Untung Rp 2 Juta per Hari

Berbagai obat keras dijual bebas di Kabupaten Tangerang. Obat-obatan ini diperdagangkan di sejumlah toko kosmetik.

Alasan Toko Kosmetik di Tangerang Jual Obat Keras karena Untung Rp 2 Juta per Hari
Wartakotalive.com/Andika Panduwinata
Petugas Dinas Kesehatan dan BPOM Kabupaten Tangerang beserta jajaran kepolisian saat melancarkan penggerebekan terhadap kios yang memperdagangkan obat keras di wilayah Cisoka, Rabu (13/3). 

Laporan wARTAWAN Wartakotalive.com, Andika Panduwinata

CISOKA, WARTAKOTALIVE.COM -- Berbagai obat keras dijual bebas di Kabupaten Tangerang. Obat-obatan ini diperdagangkan di sejumlah toko kosmetik.

Dinas Kesehatan dan BPOM Kabupaten Tangerang beserta jajaran kepolisian pun melancarkan penggerebekan terhadap kios-kios yang memperdagangkan obat keras ini.

Petugas melakukan pemeriksaan dan penyitaan obat keras di wilayah Cisoka, Kabupaten Tangerang.

"Mereka menjual obat - obatan ini tidak sesuai dengan izin edarnya dan sangat membahayakan masyarakat bila mengonsumsinya," ujar Kapolsek Cisoka, AKP Uka Subakti kepada Warta Kota, Rabu (13/3/2019).

Ahmad Dhani Tolak Jadwal Sidang Vlog Idiot Pagi Hari, Ternyata Ini Alasannya

Naomi Perempuan Indigo Sebut Luna Maya Sudah Tidak Galau Lagi

Ada tiga toko kosmetik yang digeledah aparat terkait kasus tersebut. Di antaranya kios yang berada di Jalan Raya Cisoka, Jalan Raya Cangkudu, dan Jalan Raya Tigaraksa.

"Toko - toko kosmetik ini menjual bebas obat - obatan keras seperti eximer, tramadol, dan sejumlah bahan - bahan kosmetik yang membahayakan lainnya," ucapnya.

Begini Prediksi Kedekatan Gisella Anastasia dengan Wijaya Saputra

Bahkan toko - toko tersebut juga menjajakan obat - obatan yang sudah kadaluarsa. Obat - obatan yang disita petugas ini pun akan dimusnakan oleh jajaran Dinas Kesehatan dan BPOM Kabupaten Tangerang.

"Rata - rata penghasilan dari obat - obatan yang dijual ini pelaku bisa meraup untung Rp 2 juta per hari. Dan para pemilik toko saat ini diamankan untuk proses lebih lanjut," kata Uka. (dik)

Penulis: Andika Panduwinata
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved