Zul Zivilia Mengaku Dirinya Tidak Jadi Pengedar Narkoba kepada Keluarga

Hukuman berat menangti Zul yang juga vokalis grup band Zivilia itu karena ia diduga menjadi pengedar narkotika jaringan internasional.

Zul Zivilia Mengaku Dirinya Tidak Jadi Pengedar Narkoba kepada Keluarga
Warta Kota/Arie Puji Waluyo
Zul Zivilia tidak mau mengaku menjadi pengedar narkotika jaringan internasional kepada keluarganya. 

Penyanyi Zulkifli alias Zul Zivilia mendekam di penjara atas kasus dugaan kepemilikan, penyalahgunaan, hingga pengedar narkotika jenis sabu-sabu.

Hukuman berat dihadapi oleh Zul Zivilia yang juga vokalis grup band Zivilia itu karena ia diduga menjadi pengedar narkotika jaringan internasional dan barang bukti yang diamankan hampir 10 kg sabu-sabu.

Kuasa hukum yang menangani Zul Zivilia adalah mertuanya sendiri, yakni Andi Bachtiar. Andi mengatakan kalau proses hukum menantunya itu masih dalam proses penyidikan.

"Zul itu barang bukti yang 10 kg bukan ditangannya," kata Andi Bachtiar yang ditemui bersama anak yang juiga Istri Zul Zivilia, Retno Paradinah di gedung Trans TV, Jalan Kapten Tendean, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Selasa (12/3/2019).

Andi menjelaskan kronologi penangkapan Zul Zivilia, yang menurut versinya adalah menantunya tidak bersalah sama sekali dan ketika ditangkap, ia hanya menghampiri Tempat Kejadian Perkara (TKP), untuk mengambil gitar.

"Jadi itu barang bukti ada dirumah apartemen temannya. Kemudian karena Zul mau ke Bone untuk manggung, dia singgah buat ambil gitar. Pas singgah, nah di apartemen itu ada penggerebekan ada penangkapan," ucap Andi.

"Jadi memang barang bukti itu bukan di tangan Zul. Tapi memang ada di TKP," timpal Retno Paradinah alias Dina.

Menurut penuturan penyidik Polda Metro Jaya yang melakukan penangkapan, Zul kala itu diduga ingin melakukan pengiriman narkotika seberat hampir 10 kg.

Akan tetapi, Andi menegaskan kalau itu masih penyidikan kepolisian saja. Ia mengatakan akan terbukti semuanya didalam persidangan.

"Itu kan dari penyidikan ya. Nanti kita buktikan di persidangan faktanya. Karena itu adalah secara materil dan formil satu berkas perkara untuk diuji kebenarannya di persidangan," ungkapnya.

Halaman
12
Penulis: Arie Puji Waluyo
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved