Manfaatkan Teknologi bagi Masyarakat Prasejahtera, Mensos Luncurkan Koperasi Digital

Keanggotaan koperasi ini, kata Mensos, bersifat suka rela. Setiap warga negara Indonesia berhak menjadi angggota, diutamakan masyarakat prasejahtera.

Manfaatkan Teknologi bagi Masyarakat Prasejahtera, Mensos Luncurkan Koperasi Digital
Dok. Humas Kementerian Sosial
Menteri Sosial RI Agus Gumiwang Kartasasmita, bersama jajaran pejabat Kementerian Sosial RI, memencet tombol saat meluncurkan koperasi berbasis digital yakni Koperasi Jaringan Masyarakat Indonesia Sejahtera (KJMIS) di Jakarta, Selasa (12/3). 

MENTERI Sosial RI Agus Gumiwang Kartasasmita meluncurkan koperasi berbasis digital yakni Koperasi Jaringan Masyarakat Indonesia Sejahtera (KJMIS) di Jakarta, Selasa (12/3). Peluncuran itu bersamaan dengan kegiatan Penguatan Kapasitas Pendamping Sosial Bantuan Sosial Pangan.

Mensos mengungkapkan bahwa kemajuan teknologi informasi harus dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk memperbaiki kehidupan masyarakat prasejahtera. Salah satunya melalui koperasi digital KJMIS tersebut.

"Pertemuan ini memiliki benang merah yaitu pertama, bagaimana kita terus berupaya memperbaiki kehidupan masyarakat prasejahtera. Kedua, memanfaatkan teknologi dan inovasi yang ada untuk mensejahterakan mereka," tutur Mensos dalam sambutannya.

Mensos menjelaskan keanggotaan koperasi ini bersifat suka rela dan setiap warga negara Indonesia berhak menjadi angggotanya, diutamakan adalah masyarakat prasejahtera.

“Begitu mereka menjadi anggota, tentu ada benefeit yang melekat, hak-hak mereka sebagai anggota. Misalnya  KPM ingin mengembangkan diri dan ingin membuka usaha rumahan, maka sebagai anggota koperasi mereka memiliki hak meminjam modal agar bisa memulai usahanya tersebut," terang Mensos.

Menurut Mensos, koperasi ini menempatkan anggotanya sebagai pemilik dan sebagai pelanggan. Anggota koperasi dapat berbelanja di KJMIS dan mendapatkan manfaat atau hak-hak sebagai anggota seperti potongan harga dan bonus, serta pembagian sisa hasil usaha.

Dalam pelaksanaannya, KJMIS bekerja sama dengan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), Pay Tren, Rajawali Nusantara Indonesia (RNI), Bulog, Dana Sejahtera, Sahara, Pilar Menara Mas, Pegadaian, dan PPI.

Untuk menjadi anggota, ada beberapa langkah yang dilakukan yakni mengunduh aplikasi KJMIS di playstore dan mengikuti proses pendaftaran secara online dengan memasukkan Nomor Induk Kependudukan.

"Saat ini salah satu inovasi yang akan dilakukan adalah untuk transportasi penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai untuk penerima bantuan, dimana melalui transportasi online Golek, KPM tidak perlu pergi mengambil bantuan pangan di e-warong. KPM dapat memesan kebutuhan pokok untuk kemudian diantarkan ke rumah KPM," tutur Mensos.

Langkah awal berjalannya KJMIS adalah adanya Nota Kesepahaman antara Direktur Jenderal Penanganan Fakir Miskin (Dirjen PFM), Andi ZA Dulung, dengan Koperasi Jaringan Masyarakat Indonesia Sejahtera (KJMIS) tentang Pemberdayaan Kelompok Usaha Bersama (KUBE) dalam Rangka Penanganan Fakir Miskin.

Halaman
12
Penulis: Ichwan Chasani
Editor: Ichwan Chasani
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved