Dugaan Sementara Perempuan Tewas Terjatuh di Apartemen Margonda Residence Diduga Bunuh Diri

Karena kaget, Dila berteriak dan memberitahukan kejadian itu kepada petugas sekuriti bernama Dores. Tak lama kemudian, peristiwa itu dilaporkan.

Dugaan Sementara Perempuan Tewas Terjatuh di Apartemen Margonda Residence Diduga Bunuh Diri
Istimewa
Ilustrasi. Apartemen Margonda Residence, Jalan Margonda Raya. 
Perempuan bernama Reni Novita Dewi (23), warga Kampung Pabuaran, Kecamatan Bojong Gede, Kabupaten Bogor, ditemukan tewas di lantai satu Apartemen Margonda Residence 5, Jalan Raya Margonda, Kecamatan Beji, Kota Depok, Senin (11/03/2019) malam.
Saat ditemukan tewas, sekitar pukul 18.20 WIB, Reni mengenakan celana jeans biru, jaket merah, dan berjilbab pink.
Dia diduga tewas setelah terjatuh dari kamar sewanya di lantai tiga.
Kasat Reskrim Polresta Depok, Komisaris Deddy Kurniawan, mengatakan, dugaan sementara korban tewas karena bunuh diri.
"Motifnya masih diselidiki, namun dugaan sementara adalah itu (bunuh diri)," kata Deddy, Selasa (12/3/2019).
Dia menerangkan, sekitar pukul 18.20 WIB, saksi mata bernama Dila sedang istirahat santai di bangku dekat kolam renang.
Tiba-tiba dia mendengar suara keras sebuah benda yang terjatuh.
Setelah diperhatikan, ternyata yang jatuh itu adalah orang yang belakangan diketahui bernama Reni.
Karena kaget, Dila berteriak dan memberitahukan kejadian itu kepada petugas sekuriti bernama Dores.
Tak lama kemudian, peristiwa itu dilaporkan ke Polsek Beji.
Malam itu, anggota Polsek Beji dipimpin oleh Kapolsek Beji, Komisaris Yenny Anggreny, kemudian mendatangi lokasi. Kemudian dilakukan pengecekan TKP oleh Unit Identifikasi Polresta Depok.
Selanjutnya, pihak Polresta Depok melaksanakan olah TKP dipimpin oleh Wakapolresta Depok, Ajun Komisaris Besar Arya Pradana.
Dalam olah TKP, petugas mendatangi unit 1719 yang disewa korban, tetapi kamar terkunci dari dalam.
Kemudian, pintu dibuka paksa oleh petugas engineering apartemen. Ketika pintu terbuka dan petugas masuk, didapati pecahan gelas di wastafel dan kamar mandi.
"Pintu kamar mandi dalam keadaan terbuka dan ada sebuah kursi warna merah yang diduga sebagai tumpuan korban untuk melompat," ungkap Deddy.
Dia menyampaikan, korban baru menyewa kamar itu pada saat hari kejadian dengan tarif Rp 235.000 untuk 24 jam.
Dia menambahkan, berdasarkan penelusuran terhadap akun media sosialnya, Reni diduga sedang mengalami depresi karena dia sempat menuliskan kata-kata ingin mengakhiri hidupnya. Belum jelas apa alasan Reni ingin bunuh diri.
"Ada beberapa saksi yang sudah kami periksa. Dari keterangan mereka dia sendirian di kamar itu. Hal ini diperkuat oleh rekaman CCTV di teras lantai satu Mares 5 yang sudah kita cek. Selain itu, dari akun medsosnya korban diduga sedang depresi," ucapnya.
Penulis: Gopis Simatupang
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved