Satpol PP Tangerang Obrak-abrik PKL di Panarub

“Baru dua Minggu dagang udah kena razia, kasihani saya pak jangan dibawa gerobaknya,” ucapnya mengharap belas kasihan kepada petugas.

Satpol PP Tangerang Obrak-abrik PKL di Panarub
Wartakotalive.com/Andika Panduwinata
Sejumlah anggota Satpol PP Kota Tangerang mengangkut gerobak pedagang ke atas truk saat mengelar razia pedagang kaki lima, Senin (11/3). 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Andika Panduwinata

TANGERANG, WARTAKOTALIVE.COM - Gugun (32) salah seorang penjual bubur ayam yang biasa mangkal di sekitaran Jalan M. Toha, Kota Tangerang tidak dapat menyembunyikan kepanikannya.

Terlebih saat puluhan anggota Satpol PP menghampirinya pada Senin (11/3/2019).

Saking paniknya, puluhan mangkuk bubur yang tersimpan rapi di dalam gerobaknya berhamburan dan pecah saat dirinya mencoba memindahkan paksa gerobak yang sebelumnya berada di atas trotoar.

Bukan cuma itu, gerobak Gugun yang sebagian besar menggunakan kaca juga pecah berantakan lantaran dirinya terus memaksa menurunkan gerobaknya dari atas trotoar yang lumayan tinggi.

“Takut dibawa, gerobak satu satunya biarin deh rusak juga enggak apa - apa yang penting aman,” ujar Gugun seraya merengek kepada aparat Satpol PP Kota Tangerang.

Ia mengaku dirinya baru dua pekan berjualan di lokasi tersebut. Dan tidak mengetahui terdapat larangan berjualan di tempat tersebut.

Sejumlah anggota Satpol PP Kota Tangerang mengangkut gerobak pedagang ke atas truk saat mengelar razia pedagang kaki lima, Senin (11/3).
Sejumlah anggota Satpol PP Kota Tangerang mengangkut gerobak pedagang ke atas truk saat mengelar razia pedagang kaki lima, Senin (11/3). (Wartakotalive.com/Andika Panduwinata)

“Baru dua Minggu dagang udah kena razia, kasihani saya pak jangan dibawa gerobaknya,” ucapnya mengharap belas kasihan kepada petugas.

Kendati demikian, petugas yang dibantu jajaran TNI/Polri tetap membawa gerobak Gugun setelah sebelumnya mengosongkan isi gerobaknya tersebut.

Kepala Bidang Trantib Satpol PP Kota Tangerang, Ghufron Falfeli menjelaskan pihaknya terpaksa melakukan penertiban lantaran lokasi yang dipakai oleh Gugun berjualan sering kali dituding menjadi biang kemacetan.

Halaman
12
Penulis: Andika Panduwinata
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved