Pencurian

Kejelian Penyidik Ungkap Pencurian Tiga Cincin Berlian Oleh PRT di Cilandak

Kombes Argo Yuwono menjelaskan, kasus pencurian tiga buah cincin emas berlian ini bermula setelah pihaknya menerima laporan korban MA pada 5 Maret

Kejelian Penyidik Ungkap Pencurian Tiga Cincin Berlian Oleh PRT di Cilandak
Wartakotalive.com/Budi Sam Law Malau
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono, di Mapolda Metro Jaya, Senin (11/3/2019). 

SEMANGGI, WARTAKOTALIVE.COM -- Kejelian penyidik dari Unit Reskrim Polsek Cilandak di bawah koordinasi Polres Jakarta Selatan berhasil mengungkap sekaligus menangkap pelaku pencurian tiga buah cincin emas berlian milik MA alias Meiti, di rumahnya di Perumahan Bona Indah di Jalan Bona Permai II Blok B6, Nomor 6, Lebak Bulus, Kecamatan Cilandak, Jakarta Selatan.

Pelaku pencurian tiga buah cincin emas berlian adalah Kesih (35) asal Cirebon, asisten rumah tangga di rumah itu.

Pelaku akhirnya mengaku telah mencuri tiga buah cincin emas berlian milik majikannya setelah sebelumnya sempat berdalih dan tak tahu apa-apa.

"Pengungkapan dan penangkapan pelaku pencurian tiga buah cincin emas berlian karena kejelian penyidik saat mendatangj TKP, setelah menerima laporan korban," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono, kepada Warta Kota, Senin (11/3/2019).

Kombes Argo Yuwono menjelaskan, kasus pencurian tiga buah cincin emas berlian ini bermula setelah pihaknya menerima laporan korban MA pada 5 Maret 2019.

Dalam laporan MA mengatakan awalnya ia menyimpan tiga buah cincin emas berlian di dalam laci di lemari kamar tidur di rumahnya.

"Saat cincin akan dipakai, ternyata tiga buah cincin emas berlian tersebut tidak ada di laci di tempat sebelumnya ia simpan. Selanjutnya korban melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Cilandak," kata Argo Yuwono.

Atas laporan tersebut piket Reskrim yang dipimpin Kanit Reskrim Polsek Cilandak mendatangi TKP.

"Hasil cek TKP tidak ada kerusakan apapun di rumah korban. Kemudian penyidik melakukan interogasi terhadap saksi-saksi yang ada di rumah tersebut termasuk pembantu rumah tangga, yang merupakan pelaku," kata Argo Yuwono.

"Awalnya pembantu rumah tangga, K, tidak mengakui perbuatannya dan tidak tahu apa-apa. Namun dalam interogasi penyidik melihat ia ketakutan dan setelah dilakukan pendekatan secara intensif akhirnya pembantu itu mengakui," kata Argo Yuwono.

Halaman
12
Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved