Media Sosial

Hina Islam dan Nabi Muhammad di Medsos, Malaysia Jatuhkan Hukuman 10 Tahun Penjara

Hina Islam dan Nabi Muhammad di Media sosial, Malaysia Jatuhkan Hukuman selama lebih 10 Tahun Penjara.

Hina Islam dan Nabi Muhammad di Medsos, Malaysia Jatuhkan Hukuman 10 Tahun Penjara
Reuters
Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad 

Hina Islam dan Nabi Muhammad di Medsos, Malaysia Jatuhkan Hukuman 10 Tahun Penjara. Hukuman tersebut diyakini paling berat di negeri jiran itu.

TERNYATA Pemerintah Kerajaan Malaysia tidak main-main terhadap kasus penistaan agama di media sosial.

Bahkan, hukuman yang dijatuhkan terhadap seseorang yang terbukti melakukan hinaan terhadap Islam dan Nabi Muhammad SAW, tergolong berat.

Seorang warga Malaysia dijatuhi hukuman penjara selama lebih 10 tahun dan tiga orang lainnya didakwa menghina Islam dan Nabi Muhammad SAW di media sosial, kata kepolisian pada Sabtu (9/3/2019).

Berdasarkan catatan yang ada, hukuman yang diberlakukan tersebut diyakini paling berat di negara mayoritas berpenduduk pemeluk Islam itu.

Hasil Lengkap Balapan Perdana MotoGP 2019 di Sirkuit Qatar, Vinales Raih Pole Position Pertama

Catat, Agenda Hari Ini di Jakarta: Festival Satu Indonesia hingga Pertunjukan Seni

Catat, 110 Perusahaan BUMN Buka Lowongan, Ini Tahapan Program Rekrutmen BUMN 2019

Kekhawatiran atas ketegangan rasial dan agama telah merebak dalam bulan-bulan belakangan ini.

Inspektur Jenderal Polisi Mohmad Fuzi Harun mengatakan, dalam pernyataan, orang yang tak disebutkan namanya telah mengaku bersalah atas 10 dakwaan terkait penyalahgunaan jejaring komunikasi, demikian Reuters melaporkan.

Berdasarkan Undang-undang yang berlaku di negeri jiran itu, para pelanggar akan dijatuhi hukuman penjara maksimum satu tahun atau denda hingga 50.000 ringgit (12,228 dolar AS) atau keduanya.

Hukuman dijatuhkan secara berurutan, kata Mohamad Fuzi.

Seorang pengguna medsos lainnya juga mengaku bersalah dan proses pembacaan hukuman akan diadakan pada Senin (11/3/2019) besok.

Dua orang lainnya mengaku tidak bersalah dan sedang ditahan tanpa jaminan.

Semua empat orang itu didakwa berdasarkan undang-undang yang menimbulkan ketakharmonisan rasial, hasutan dan penyalahgunaan jejaring komunikasi.

"Kepolisian menyarankan masyarakat untuk tidak menyalahgunakan medsos atau jejaring komunikasi dengan mengunggah atau berbagi berbagai bentuk provokasi yang dapat mengganggu sensitivitas agama atau rasial, menimbulkan ketegangan rasial di dalam masyarakat yang heterogen di negeri ini," kata Mohamad Fuzi.

Pada Kamis Menteri Urusan Agama Mujahid Yusof Rawa mengatakan Departemen Urusan Islam telah membentuk satu unit untuk memantau tulisan-tulisan dan komunikasi yang mengina Islam dan Nabi Muhammad.

Dia mengatakan, kementerian itu tidak akan berkompromi atas aksi yang menghina agama dan menyerukan hukuman terhadap mereka yang ditemukan bersalah melakukan perbuatan itu. (Antara)

Editor: Hertanto Soebijoto
Sumber:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved