Pemkab Bekasi Janji Bakal Mengakomodasi Keinginan Warga Minta TPA Burangkeng Dibuka

Kompensasi itu dituntut untuk akibat yang diderita warga dengan keberadaan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Burangkeng.

Pemkab Bekasi Janji Bakal Mengakomodasi Keinginan Warga Minta TPA Burangkeng Dibuka
Warta Kota/Muhammad Azzam
Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Burangkeng, Kabupaten Bekasi ditutup warga. 

Pemerintah Kabupaten Bekasi berjanji bakal mengakomodir keinginan warga Desa Burangkeng terkait kompensasi.

Kompensasi itu untuk akibat yang diderita warga dengan keberadaan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Burangkeng.

Namun, semua keinginan warga untuk kompensasi tersebut membutuhkan proses hingga itu dapat dipenuhi.

Untuk itu, warga setempat diminta untuk membuka TPA Burangkeng tersebut dikarenakan jika terlalu lama ditutup dapat merugikan masyarakat Kabupaten Bekasi yang lebih luas.

Demikian yang disampaikan Kepala Bidang Kepala Bidang Kebersihan pada Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi Dodi Agus Suprianto, saat dihubungi Wartawan Kamis (7/3/2019).

Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Burangkeng, Kabupaten Bekasi ditutup warga.
Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Burangkeng, Kabupaten Bekasi ditutup warga. (Warta Kota/Muhammad Azzam)

Dodi menegaskan keinginan warga soal pemberian kompensasi harus menumpuh prosedur, dan itu harus ditempuh oleh warga Desa Burangkeng.

"Kita mengakomodir keinginan mereka untuk kompensasi tapi prosedurnya ditempuh. Sekarang mereka minta kompensasi, oke ini kan sudah amanat Undang-undang. Tapi ketika akan akomodir, mana datanya, mana Kartu Keluarganya yang harus diberikan kompensasi, mana syarat prosedur yang harus ditempuh. Selama ini permohonan mereka itu yang mana, kampung mana, kan harus yang terdekat," ungkapnya.

"arapan kita seperti itu dibuka dahulu sambil masalah ini dibahas. Supaya masyarakat Kabupaten Bekasi juga dirugikan," katanya lagi.

Ia menyesalkan atas tidak hadirnya Tim 17 atau Tim Penerima dan Penyampaian Aspirasi Warga Desa Burangkeng yang tidak hadir pada rapat bersama di ruang Sekda pada Rabu (6/3/2019) kemarin.

"Mereka rapat tidak hadir, gimana kita mau bahas. Katanya karena ada pemulung kita undang, kan Selasa sore kita batalkan undangan ke pemulung itu, perwakilan tim 17 ada yang kita hubungi tapi tetap tidak hadir rapat," ujar Dodi.

Untuk itu, Pemkab Bekasi berencana mengundang mereka kembali pada Selasa (12/3/2019) nanti untuk hadir rapat bersama di ruang Bupati Bekasi.

"Hari Selasa besok kita undang, karena ketidakhadiran mereka kita undang lagi. Kita masih menghormati mereka. Plt Bupati hadir atau tidak asya tidak tah persis, pak Sekda yang bakal ngontak Plt Bupati," ujarnya.

Penulis: Muhammad Azzam
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved