Imbas Penutupan TPA Burangkeng Bekasi, Tumpukan Sampah di Mana-mana

Imbas penutupan TPA Burangkeng mulai terasa terhadap penumpukan sampah di sejumlah lokasi.

Imbas Penutupan TPA Burangkeng Bekasi, Tumpukan Sampah di Mana-mana
Warta Kota/Muhammad Azzam
Sampah bertumpuk di Jalan Raya pinggir Pasar Cikarang, pasca Tempat Pembungan Akhir (TPA) Burangkeng, Kabupaten Bekasi ditutup warga. 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Muhammad Azzam

IMBAS penutupan TPA Burangkeng mulai terasa terhadap penumpukan sampah di sejumlah lokasi.

Pengamatan Wartakota, penumpukan sampah itu terjadi di Jalab Raya CBL, Pasar Cikarang, bahkan Jalan MT Haryono, Kecamatan Setu tak jauh dari lokasi TPA Burangkeng juga mengalami penumpukan.

Kepala Bidang Kebersihan pada Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi Dodi Agus Suprianto mengakui terjadi penumpukan sampah di sejumlah tempat pasca ditutupnya TPA Burangkeng.

"Wah banyak numpuk sampah di mana-mana. Kita mau buang di mana lagi, TPA Burangkeng satu-satunya. Kasihan kan warga lainnya," kata Dodi Agus Suprianto saat dihubungi, Kamis (7/3/2019).

Dodi Agus Suprianto mengungkapkan banyak aduan masyarakat masuk ke Dinas Lingkungan Hidup soal tumpukan sampah.

Sampah bertumpuk di Jalan Raya pinggir Pasar Cikarang, pasca Tempat Pembungan Akhir (TPA) Burangkeng, Kabupaten Bekasi ditutup warga.
Sampah bertumpuk di Jalan Raya pinggir Pasar Cikarang, pasca Tempat Pembungan Akhir (TPA) Burangkeng, Kabupaten Bekasi ditutup warga. (Warta Kota/Muhammad Azzam)

Namun, pihaknya hanya bisa menjelaskan kondisi sebenarnya ke masyarakat yang mengadu tersebut.

"Krang kring Whatsapp dan SMS sudah banyak yang menyampaikan ke saya dan UPTD-UPTD kecamatan. Ya mau bergerak apa, ditutup TPA nya," ungkap Dodi Agus Suprianto.

Dodi Agus Suprianto menambahkan pihaknya juga telah melakukan upaya pembungan sampah ke TPA lain, seperti TPA Sumur Batu milik Pemerintah Kota Bekasi maupun TPST Bantargebang milik Pemprov DKI.

Tetapi, langkah itu tidak bisa dilakukan dikarenakan ada proses panjang maupun biaya besar yang harus dikeluarkan.

"Kami sudah koordinasi, tapi itu hal yang tidak mungkin, kalau TPST Bantargebang harus koordinasi dulu dengan Gubernur DKI, baru bisa buang itu prosesnya panjang. Kalau buang ke TPA di Karawang itu jauh, pasukan saya kasian dong, tekor di bensin. Kalau di TPA Sumur Batu apalagi, sampah kota juga lagi kerepotan,"papar Dodi Agus Suprianto. (M18)

Penulis: Muhammad Azzam
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved