All England 2019

Jonatan Christie Akui Beruntung Kalahkan Lee Dong Keun

Di babak kedua, Jonatan akan bertarung melawan Kidambi Srikanth, pemain tunggal putra andalan India.

Jonatan Christie Akui Beruntung Kalahkan Lee Dong Keun
PBSI
Jonatan Christie 

JONATAN Christie menggenggam tiket babak kedua turnamen All England 2019 setelah mengalahkan wakil Korea, Lee Dong Keun.

Kemenangan direbut peraih medali emas Asian Games 2018 ini dalam permainan straight game dengan skor 21-16, 21-19.

Jonatan hampir saja harus bermain tiga game saat tertinggal jauh 11-19 di game kedua.

Namun perlahan tapi pasti, Jonatan berhasil mengunci perolehan angka Lee di angka 19 dan meraih sepuluh angka berturut-turut hingga akhirnya memenangkan pertandingan.

"Ada faktor luck juga di game kedua. Pada game pertama, saya agak nervous, di awal-awal masih cari-cari cara main. Tahun ini rasanya beda, biasanya di All England bolanya agak berat, kali ini agak kencang," kata Jonatan usai pertandingan.

"Waktu tertinggal 11-19 itu, saya hanya main nothing to lose saja. Mungkin Lee ada trauma, sudah leading jauh jadi tersusul. Sebetulnya permainan dia tidak jauh beda dengan yang sebelumnya, saya lebih berusaha untuk tidak mengikuti tipe mainnya dia yang agak lambat," jelas peraih medali emas Asian Games 2018 ini dikutip dari laman resmi PBSI.

Di babak kedua, Jonatan akan bertarung melawan Kidambi Srikanth, pemain tunggal putra andalan India.

PASI Kirim Muhammad Zohri dan 5 Pelari Lain ke Kejuaraan Asia di Qatar

Jonatan sementara unggul 3-2 dalam catatan rekor pertemuannya dan Srikanth. Pada pertemuan terakhir di Daihatsu Indonesia Masters 2019, Jonatan menang dua game langsung dengan skor 21-18, 21-19.

"Untuk lawan Srikanth, masih belum tahu ya, karena kan Srikanth harus melawan Brice (Leverdez) dulu," kata Jonatan.

Sementara itu, Anthony Sinisuka Ginting gagal melaju ke babak kedua setelah ditundukkan Ng Ka Long Angus dari Hong Kong, dengan skor 18-21, 21-13, 11-21.

"Di game pertama dari awal poin saya memang ketinggalan, tapi saya sempat memimpin 18-17 dan lawan langsung dapat empat poin. Dari situ saya merasa kecewa, di poin kritis saya seperti buru-buru mau mematikan," ujar Anthony.

"Di game ketiga dia tidak ada perubahan, tapi tetap menekan dan lebih banyak inisiatif menyerang saya. Dia juga tidak memberi saya kesempatan untuk menyerang, saya tidak bisa fokus seperti game sebelumnya dan tidak bisa menerapkan strategi," tambah Anthony.

Editor: Dewi Pratiwi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved