Menengok Persiapan Acara Puncak Menjelang Hari Raya Nyepi 2019 di Pura Tertua Di Jakarta

Ada sekian ribu Ulam Caru yang akan dipersembahkan. Jumlahnya sendiri disesuaikan dengan perhitungan tertentu yang sudah ditetapkan.

Menengok Persiapan Acara Puncak Menjelang Hari Raya Nyepi 2019 di Pura Tertua Di Jakarta
Warta Kota/Rangga Baskoro
Umat Hindu memersiapkan berbagai macam sesajen seperti Pulo Gembal berupa kumpulan kue, Ulam Caru yang merupakan sate dari berbagai macam daging hewan. 

Hari Raya Nyepi yang dirayakan umat Hindu jatuh pada Kamis, 7 Maret 2019 mendatang.

Berbagai persiapan sudah dilakukan di Pura tertua di Jakarta yakni Pura Aditya Jaya, Rawamangun, Jakarta Timur, menjelang acara puncak yang jatuh pada Rabu (6/3/2019) esok hari.

Agung Putra Koordinator Bidang Humas Panitia Nyepi DKI Jakarta menjelaskan acara yang digelar esok hari merupakan puncak dari perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1941 yang disebut sebagai Tawur Agung.

"Sehari sebelum Nyepi dilakukan acara Tawur Agung yang makna filosofinya adalah membayar atau mengembalikan. Sari-sari alam yang telah dinikmati oleh umat dikembalikan lagi dengan melakukan persembahan Tawur Kesanga," kata Agung di lokasi, Selasa (5/3/2019).

Umat Hindu memersiapkan berbagai macam sesajen seperti Pulo Gembal berupa kumpulan kue, Ulam Caru yang merupakan sate dari berbagai macam daging hewan.
Umat Hindu memersiapkan berbagai macam sesajen seperti Pulo Gembal berupa kumpulan kue, Ulam Caru yang merupakan sate dari berbagai macam daging hewan. (Warta Kota/Rangga Baskoro)

Umat Hindu memersiapkan berbagai macam sesajen seperti Pulo Gembal berupa kumpulan kue, Ulam Caru yang merupakan sate dari berbagai macam daging hewan.

Kumpulan Ulam Caru akan diletakkan bertumpuk-tumpuk menjadi Gayah.

"Sesajen itu dipersembahkan kepada Buta Kala untuk menetralisir yang tidak baik menjadi baik, agar umat hindu saat perayaan Nyepi nanti bisa nyaman dan tidak diganggu dengan yang tak kasat mata. Dengan memberikan persembahan itu, kami yakin nanti bisa khusuk," ungkapnya.

Ada sekian ribu Ulam Caru yang akan dipersembahkan.

Jumlahnya sendiri disesuaikan dengan perhitungan tertentu yang sudah ditetapkan.

"Ada banyak sekali ya, bisa jadi ribuan, tergantung penghitungannya. Tidak asal bikin, ada juga proses dan maknanya, binatangnya disucikan dulu. Kelak mereka bisa reinkarnasi mungkin bisa jadi manusia," kata Agung.

Umat Hindu yang akan menghadiri acara esok hari juga akan dipercikan air yang telah disucikan pada saat Upacara Melasti yang dilakukan pada Minggu (3/3) lalu.

"Pas tanggal 3 kemarin, ada upacara Melasti di laut. Kebetulan kami dekat dengan laut (Ancol). Kalau di pedesaan cari sumber mata air. Air itu akan disucikan dengan puja matra. Nanti itu dipercikan untuk upacara umat," tuturnya.

Pantauan Warta Kota, puluhan panitia laki-laki sedang mencampur daging-daging yang dililitkan di bambu hingga membentuk seperti sate. Sedangkan para wanita sibuk merangkai daun-daun kelapa. Ada pula yang merangkai berbagai macam bunga.

Acara Tawur Agung akan dimulai pada 08.00 WIB di Pura Aditya Jaya, Rawamangun, Jakarta Timur. Wali Kota Jakarta Timur M Anwar direncanakan akan menghadiri acara tersebut.

Penulis: Rangga Baskoro
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved