Dalam Tiga Bulan, Polisi Ungkap Enam Kasus Pencabulan Anak di Bawah Umur di Tangsel

Sejumlah kasus pencabulan terhadap anak di bawah umur ternyata masih kerap terjadi di Kota Tangerang Selatan.

Dalam Tiga Bulan, Polisi Ungkap Enam Kasus Pencabulan Anak di Bawah Umur di Tangsel
Warta Kota/Zaki Ari Setiawan
Polisi mengungkap kasus pelecehan seksual yang dilakukan oleh guru agama di Mapolres Tangerang Selatan, Senin (4/3/2019). 

Sejumlah kasus pencabulan terhadap anak di bawah umur ternyata masih kerap terjadi di Kota Tangerang Selatan (Tangsel).

Dalam tiga bulan terakhir di tahun 2019, Warta Kota mencatat, setidaknya terdapat enam kasus tindakan asusila yang mengincar anak sebagai korban yang dilaporkan.

Pada Januari 2019, polisi mengungkap tiga kasus serupa yakni pencabulan anak di bawah umur yang dilakukan oleh ayah tirinya.

Bulan Februari, terungkap tindakan bejat lainnya yang dilakukan oleh LH (53) kepada cucu tirinya yang baru berumur 10 tahun.

Awal Maret 2019, polisi kembali merilis dua kasus pencabulan anak yang ditangani oleh Polres Tangerang Selatan.

Pertama adalah pelecehan seksual yang dilakukan oleh B (60), seorang pengajar agama di Pamulang, Tangerang Selatan.

"Ketika pulang mengaji, korban merasa kesakitan saat buang air kecil sampai menangis lalu melaporkan kepada orangtuanya," ujar Kapolres Tangerang Selatan, AKBP Ferdy Irawan, Senin (4/3/2019).

Selanjutnya adalah kasus persetubuhan paksa yang dilakukan oleh AZ (17) yang tidak kuasa menahan hawa nafsunya setelah menonton film porno.

Korbannya adalah anak berumur 9 tahun yang baru pulang dari tempat ibadah dekat rumahnya saat pagi hari.

Menurut Ferdy, AZ memanggil korban dari sebuah rumah kosong dan memaksa menyetubuhi korban.

"Tersangka melakukan tindak pidana kesusilaan karena terdorong keinginan seksual setelah melihat film yang berkonten asusila di HP milik temannya," ujar Ferdy.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, para tersangka dikenakan Pasal 81 ayat 4 Undung-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dengan pidana penjara paling lama 15 tahun.

Penulis: Zaki Ari Setiawan
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved