Warga Tutup TPA Burangkeng Berdampak Sampah di Bekasi Bakal Menumpuk

Sebelum ada kesepakatan tertulis yang bisa dipertanggungjawabkan Pemda. Mereka berikrar tidak akan membuka TPA Burangkeng.

Warga Tutup TPA Burangkeng Berdampak Sampah di Bekasi Bakal Menumpuk
Warta Kota/Muhammad Azzam
Penutupan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Burangkeng, Kabupaten Bekasi oleh warga setempat. 

Penutupan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Burangkeng, Kabupaten Bekasi oleh warganya bakal menyebabkan terjadi penumpukan sampah.

Pasalnya, TPA Burangkeng satu-satunya lokasi pembungan sampah di Kabupaten Bekasi.

"Pasti sampah bakal numpuk dan terbengkalai. Enggak ada pengalihan, kita enggak ada solusi mau dikemanakan sampah-sampah yang ada.  TPA Burangkeng hanya satu-satunya di Burangkeng," Kepala Bidang Kebersihan pada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bekasi Dodi Agus Suprianto, saat dikonfirmasi Senin (4/4/2019).

Truk sampah sedang antre di TPA Burangkeng Kabupaten Bekasi.
Truk sampah sedang antre di TPA Burangkeng Kabupaten Bekasi. (Warta Kota/Muhamad Azzam)

Untuk itu, Dodi meminta kearifan para warga untuk tidak melakukan penutupan TPA Burangkeng.

"Kita minta kearifan dari warganya. Usulan dan permintaan mereka kan sudah diterima dan bakal dilakukan rapat bersama," jelas Dodi.

Ia mengungkapkan soal dana kompensasi dirinya juga setuju.

Pasalnya, itu diatur dalam Undang-undang Nomor 18 Tahun 2008 Tentang Pengelolaan Sampah.

"Soal kompensasi kan dijelaskan di Pasal 25 dalam UU Nomor 18 Tahun 2008, memang itu keharusan yang mereka terima. Tapi selama ini mereka kan hanya teriak di dalam saja, tidak secara resmi ajukan itu, ayo bersama-sama agar momentum mereka demo ini dijadikan untuk kita melaksanakan apa yang menjadi tuntutan mereka," ujarnya.

Dihantam Truk Bermuatan Tonase Mengakibatkan Jalan Raya Bekasi Bergelombang Sejauh 6,3 Kilometer

Heboh Akun Ngabalin Ali Terungkap Menyukai Pertunjukan Bokep di Media Sosial

Ia meminta warga tidak selalu menyudutkan Dinas Lingkungan Hidup soal TPA Burangkeng ini. Pasalnya, soal kompensasi yang mereka minta Persoalan bukan persoalan bidang kebersihan tapi persoalan seluruh pejabat dan masyarakat Kabupaten Bekasi.

"Warga sekitarnya harus aktif dalam menuntut keinginannya, terus pejabat-pejabatnya responsifnya. Yang mereka inginkan kompensasi, kompensasi dananya bukan dari kita dari UPTD kita lihat nanti di Bapedanya seperti apa," paparnya.

Sebelumnya, warga berkerumun di pintu masuk Tempat Pembuangan Sampah (TPA) Burangkeng Kabupaten Bekasi, pada Senin (4/3/2019).

Ketua Tim 17 penerima dan penyampaian aspirasi warga Burangkeng, Ali Gunawan mengungkapkan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Burangkeng bakal terus ditutup sampai ada kesepakatan Pemerintah Kabupaten Bekasi soal kompensasi warga yang terkena dampak sampah.

Pihaknya juga telah mengirim surat nomor01/Pem/T17/II/2019 mengenai Permohonan Penghentian Aktifitas TPA Burangkeng kepada sejumlah instansi, termasuk UPTD PAS Burangkeng, kecamatan setempat, dinas yang berkaitan dan Pemkab Bekasi.

"Aksi ini terus kita lakukan sampai ada respon dan tindaklanjut dari pemerintah daerah. Sebelum ada kesepakatan tertulis yang bisa dipertanggungjawabkan Pemda. Kami bersama-sama warga tidak akan membuka TPA Burangkeng," ujarnya saat ditemui, Wartakota Senin (4/4/2019).

Penulis: Muhammad Azzam
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved