Warga Bakal Tutup TPA Burangkeng Sampai Ada Kesepakatan Pemkab Bekasi soal Kompensasi

Warga Desa Burangkeng berkerumun di pintu masuk Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Burangkeng Kabupaten Bekasi, pada Senin (4/3/2019).

Warga Bakal Tutup TPA Burangkeng Sampai Ada Kesepakatan Pemkab Bekasi soal Kompensasi
Warta Kota/Muhammad Azzam
Ratusan warga berkerumun di pintu masuk Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Burangkeng Kabupaten Bekasi, pada Senin (4/3/2019). 

Laporan Wartawan Warta Kota, Muhammad Azzam

BEKASI, WARTA KOTA --  Warga Desa Burangkeng berkerumun di pintu masuk Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Burangkeng Kabupaten Bekasi, pada Senin (4/3/2019).

Mereka melakukan penutupan TPA Burangkeng dikarenakan tidak ada perhatian Pemerintah Kabupaten Bekasi.

Ketua Tim 17 penerima dan penyampaian aspirasi warga Burangkeng, Ali Gunawan mengungkapkan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Burangkeng bakal terus ditutup sampai ada kesepakatan Pemerintah Kabupaten Bekasi soal kompensasi warga yang terkena dampak sampah.

Pihaknya juga telah mengirim surat nomor 01/Pem/T17/II/2019  mengenai Permohonan Penghentian Aktifitas TPA Burangkeng kepada sejumlah instansi, termasuk UPTD PAS Burangkeng, kecamatan setempat, dinas yang berkaitan dan Pemkab Bekasi.

"Aksi ini terus kita lakukan sampai ada respon dan tindaklanjut dari pemerintah daerah. Sebelum ada kesepakatan tertulis yang bisa dipertanggungjawabkan Pemda. Kami bersama-sama warga tidak akan membuka TPA Burangkeng," ujarnya saat ditemui, Wartakota Senin (4/4/2019).

Ali menjelaskan pemerintah daerah seharusnya memperhatikan Undang-undang RI Nomor 18 Tahun 2008 Tentang Pengelolaan Sampah, terdapat pasal 25 tentang pemberian kompensasi warga yang terdampak lingkungan.

"Saya yakin mereka orang pintar bukan orang bodoh yang ada di Pemda itu. Tolong perhatikan itu. Kita minta ada kompensasi pemulihan lingkungan, biaya kesehatan atau kompensasi lainnya," katanya.

Ia menyesalkan selama 23 tahun TPA Burangkeng berdiri tidak pernah ada upaya atau kompensasi yang diterima warga Desa Burangkeng.

"Jadi kalau memang ada niat, Pemda pasti mampu, sama seperti TPA Bantargebang juga apa bedanya. TPA Bantargebang dapat kompensasi sementara warga Desa Burangkeng tidak ada, lokasi juga kan engga jauh padahal," jelasnya.

Halaman
12
Penulis: Muhammad Azzam
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved