VIDEO: Pria Ini Tanam 16 Pohon Ganja di Rumahnya di Kawasan Pondok Gede

"Bibit ganja masih kami selidiki lagi. Masih terus kami periksa untuk menanyakan hasil bibitnya," ungkapnya.

Polisi mengamankan tiga tersangka yang terlibat jual beli narkoba berupa ganja, yakni RF, AP dan S. Menariknya, S merupakan produsen ganja rumah yang menanam ganja di dalam rumahnya.

Guna menyembunyikan modusnya, sebanyak 16 pot ganja itu diaimpan di bagian atap lantai 2 rumahnya yang terletak di kawasan Jatiwaringin, Pondok Gede, Bekasi.

"Hasil pengembangan ke saudara S di Jatiwaringin diamankan barang bukti daun ganja kering. Diamankan juga 16 batang pohon yang ditanam di pot. Di tanamnya di lantai 2, di dak. Kami bawa ke Polsek untuk pemeriksaan lebih lanjut," kata Kapolsek Jatinegara Kompol Rudi di Mapolsek Jatinegara, Jakarta Timur, Senin (4/3).

Awalnya S hanya iseng-iseng menanam bibit tersebut. Namun seiring berjalannya waktu, bibit tersebut tumbuh hingga setinggi 1,5 meter. Muncul lah keinginannya untuk menjual daun-daun ganja kering. Ia pun kemudian menanam sebanyak 16 bibit di dalam media pot.

Kepolisian masih melakukan penyelidikan terkait darimana S mendapatkan bibit-bibit ganja itu.

"Bibit ganja masih kami selidiki lagi. Masih terus kami periksa untuk menanyakan hasil bibitnya," ungkapnya.

VIDEO: Setelah Nonton Film Biru, Remaja di Ciputat Cabuli Bocah Berusia 10 Tahun

VIDEO: Augie Fantinus Rayakan Ulang Tahun Pernikahan di Dalam Penjara

VIDEO: Mayat Dalam Plastik Bikin Heboh Kampung Caman Raya Baru, Jakasampurna, Bekasi Barat

Penangkapan S berawal dari pengungkapan kasus narkoba sebelumnya saat polisi menangkap tersangka berinisial RF di kawasan Mall Bassura, Jatinegara, Jakarta Timur, Sabtu (2/3) lalu.

RF mengaku mendapatkan barang haram itu dari AP yang bertempat tinggak di kawasan Jatiwaringin, Bekasi. Saar diinterogasi, AP menyatakan membeli satu paket ganja dari S yang seharga Rp 100.000.

RF disangkakan Pasal 114 Ayat 1 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 dengan ancaman hukuman selama minimal 5 tahun penjara dan maksimal 10 tahun penjara.

Sementara itu AP dan S disangkakan Pasal 111 Ayat 1 dan 2 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara. (abs)

Penulis: Rangga Baskoro
Editor: Ahmad Sabran
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved