Masih Ada Warga Prasejahtera Tangerang Selatan Belum Dapat Bantuan Tunai Atau Nontunai Pemerintah

Masih Ada Warga Prasejahtera Tangerang Selatan Belum Dapat Bantuan Tunai Atau Nontunai dari Pemerintah

Masih Ada Warga Prasejahtera Tangerang Selatan Belum Dapat Bantuan Tunai Atau Nontunai Pemerintah
Warta Kota/Zaki Ari Setiawan
Yeni (55), tukang sapu di kawasan perumahan The Green BSD, Serpong, Tangerang Selatan. 

Masih Ada Warga Prasejahtera Tangerang Selatan Belum Dapat Bantuan Tunai maupun Nontunai dari Pemerintah.

BANTUAN tunai maupun nontunai bagi warga prasejahtera ternyata belum rata di Kota Tangerang Selatan.

Dalam acara yang digelar oleh Komunitas Peduli Rakyat Prasejahtera, diketahui sejumlah tukang sapu dan satpam di kawasan perumahan The Green BSD, Serpong, Tangerang Selatan belum mendapat bantuan.

Di antaranya adalah Yeni (55), yang bekerja sebagai tukang sapu di kawasan Perumahan The Green BSD yang mengandalkan gaji yang tidak seberapa.

Yeni menceritakan, pekerjaannya sebagai tukang sapu hanya diupah Rp 30.000 perhari dengan jam kerja mulai pukul 07.00-14.00 WIB. 

"Kalau satu bulan sekitar Rp 600.000. Anak saya lima sudah nikah, yang satu belum. Gaji segitu dicukup-cukupin aja," jelas Yeni di Serpong, Sabtu (2/3/2019).

"Dulu jaman SBY (Susilo Bambang Yudhoyono) pernah dapey BLT (Bantuan Langsung Tunai), sekarang semua ga pernah dapet," ujarnya.

Tidak hanya Yeni, rekan kerja seperjuangannya pun ternyata bernasib serupa, belum mendapatkan bantuan dari pemerintah.

Di kesempatan yang sama, Kepala Dinas Sosial Kota Tangerang Selatan, Wahyunoto Lukman menjelaskan akan segera mendata sejumlah warga prasejahtera yang belum mendapatkan bantuan.

"Kita kan sedang minta kopi KTP nanti dari sana dan NIK bisa kita lihat sudah masuk basis terpadu apa belum, tapi kalau belum masuk nanti kita masukkan," ucap.

Menurutnya, ada 28 indikator agar bisa mendapatkan bantuan dari pe wemerintah, Wahyu menyebut di antaranya adalah tempat tinggal yang semi permanen dan harus memiliki kartu tanda penduduk (KTP) Tangerang Selatan.

Wahyu juga memaparkan, terdapat beberapa program untuk warga prasejahtera di Kota Tangerang Selatan dengan kuota 15.000 penerima.

"Sementara kuota masih ttp 15.000 termasuk jumlah bantuan masih sama, bantuan pangan non tunai itu 110.000 rupiah perbulan, kemudian ditukar beras dan telur," kata Wahyu.

"Lalu ada program keluarga harapan (PKH) Rp 1.850.000 rupiah pertahun dibaginya pertriwulan, 4 kali," jelasnya. 

Penulis: Zaki Ari Setiawan
Editor: Hertanto Soebijoto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved