Gubernur Ridwan Kamil Tawarkan Flyover, Wali Kota Depok Malah Nawar

saya bilang bisa enggak ditawar underpass, karena memang kondisi jalan dan kondisi pedagang-pedagang yang ada di (Jalan) Dewi Sartika," ujar Idris.

Gubernur Ridwan Kamil Tawarkan Flyover, Wali Kota Depok Malah Nawar
Warta Kota
kemacetan mengular di Jalan Raya Margonda, Minggu (3/3/2019) siang. 

Pengguna kendaraan bermotor di Kota Depok seakan telah terbiasa dengan padatnya arus lalulintas, khususnya pada jam-jam sibuk. Bahkan, pada akhir pekan beberapa titik jalan utama seperti ruas Jalan Raya Margonda, Jalan Kartini, atau Jalan Siliwangi, selalu macet.

Minggu (3/3/2019) siang kira-kira pukul 13.30 WIB, misalnya, kendaraan baik motor maupun mobil tampak mengular sejak tugu masuk selamat datang di kawasan Pondok Cina hingga Jalan Arif Rahman Hakim. Jalanan yang tersendat membuat pengendara motor masuk ke jalur cepat yang sebenarnya dilarang. Polisi tak mampu berbuat banyak.

"Kita naik motor dilarang lewat jalur cepat, tapi mobil pribadi boleh masuk jalur lambat. Ya, enggak adil dong. Ya kita masuk aja (ke jalur cepat)," ujar Sihol (35), seorang pengendara motor di Jalan Margonda, Minggu siang.

Penampakan motor masuk jalur cepat telah jadi pemandangan biasa di Jalan Margonda. Meski hampir tiap pagi dan siang polisi melakukan razia lalulintas, pengendara motor tak pernah jera, karena badan jalan yang tidak sesuai dengan jumlah kendaraan yang melintas.

Dalam konferensi pers kinerja pemerintahannya selama tiga tahun terakhir, Kamis (28/2/2019) lalu, Wali Kota Depok Mohammad Idris Abdul Shomad, telah mengusulkan kepada Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, untuk membangun underpass, alih-alih flyover seperti yang ditawarkan Kang Emil, sapaan sang gubernur, untuk mengurai kemacetan.

Emil sebelumnya menawarkan akan membangun dua flyover untuk warga Kota Depok. Satu di Jalan Kartini, dan satu lagi di Jalan Raya Sawangan.

"Pak Ridwan Kamil menawarkan flyover, saya bilang bisa enggak ditawar underpass, karena memang kondisi jalan dan kondisi pedagang-pedagang yang ada di (Jalan) Dewi Sartika," ujar Idris.

VIDEO: Blusukan ke Pasar Kendari, Ibu Negara Beli Mainan Minnie Mouse untuk Cucu

VIDEO: Aksi Begal di Duren Sawit Terekam CCTV, Gasak Motor Nmax

VIDEO: Kantor Walikota Jakarta Utara Kini Miliki Taman Penitipan Anak

Untuk diketahui, saat ini pengendara dari Jalan Kartini yang hendak ke arah Jalan Dewi Sartika atau Siliwangi terpaksa harus memutar sekitar 2 kilometer lewat Jalan Arif Rahman Hakim karena rekayasa lalulintas yang dilakukan polisi. Padahal, sebelumnya jaraknya hanya 200 meter saja. Dengan adanya underpass, pengendara tak perlu memutar lagi dan secara otomatis dapat mengurangi volume kendaraan di Jalan Margonda.

"Jadi saya akan mengajukan kepada Pak Gubernur underpass, cuma memang ada tanah yang harus dibebaskan di sekitar itu dari Jalan Siliwangi sampai ke Sengon di Bhakti Yudha, Kartini sebagian, sampai Margonda," jelas Idris.

Dia mengatakan, dana yang diperlukan untuk membangun underpass dan membebaskan bidang tanah tersebut mencapai sekitar Rp 400 miliar. Harga tanah yang perlu dibebaskan berkisar Rp 27 juta sampai Rp 30 juta permeter persegi.

"Mudah-mudahan beliau (Emil) tergiur dan bersemangat," bilang Idris.

Sebelumnya diberitakan, Emil telah meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Depok untuk menyerahkan data konkret dua titik lokasi jalan layang (flyover) yang dia tawarkan untuk dibangun. Pembangunan dua flyover itu bertujuan mengurai kepadatan lalulintas di Kota Depok.

Pemkot Depok sempat mengusulkan dua titik lokasi pembangunan, yakni di Jalan Dewi Sartika dan Jalan Raya Citayam. Wakil Wali Kota Depok, Pradi Supriatna, menyampaikan, dua titik jalan itu diusulkan Pemkot sebagai lokasi pembangunan flyover karena dua kawasan itu terkenal macet, bahkan di luar jam sibuk sekalipun.

Belakangan, Wali Kota Depok malah 'menawar' dengan mengusulkan underpass, bukan flyover seperti yang ditawarkan Emil. (gps)

Penulis: Gopis Simatupang
Editor: Ahmad Sabran
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved