Adu Jotos Sebabkan Siswa Lain Babak Belur, Polisi Ringkus Satu Pelajar SMK di Tangerang Selatan

Polisi Ringkus Satu Pelajar SMK di Tangerang Selatan karena menyebabkan Siswa Lain Babak Belur, mengalami luka di kepala dan tangan.

Adu Jotos Sebabkan Siswa Lain Babak Belur, Polisi Ringkus Satu Pelajar SMK di Tangerang Selatan
Warta Kota/Zaki Ari Setiawan
Hamdani (18), pelajar SMK TI PGRI 11 Serpong yang menghajar siswa SMK Pustek Serpong dengan tongkat. 

Polisi Ringkus Satu Pelajar SMK di Tangerang Selatan karena menyebabkan Siswa Lain Babak Belur, mengalami luka di kepala dan tangan.

PERTIKAIAN antarpelajar kembali terjadi di Tangerang Selatan, keributan yang melibatkan dua sekolah di Serpong memakan satu korban hingga mengalami luka di kepala dan tangan.

Kapolsek Serpong, Kompol Stephanus Luckyto menjelaskan, dua sekolah yang saling adu jotos ini adalah SMK TI PGRI 11 Serpong dan SMK Pustek Serpong.

Lebih lanjut Luckyto menerangkan, kejadian itu terjadi di Halte Pasar Serpong pada hari Senin 25 Februari 2019 lalu.

Masyarakat yang resah dengan keributan antarpelajar itu segera menghubungi Polsek setempat untuk ditanggulangi.

Ini Alasan Pondok Pesantren Buntet Cirebon Tolak Kehadiran Cawapres Nomor Urut 02 Sandiaga Uno

Yusuf Mansyur Pastikan Jokowi Taat Beragama dan Miliki Spirit Kenabian yang Layak Ditiru

BMKG Ingatkan Potensi Bencana Hidrometeorologi di Seluruh Indonesia Hingga Sepekan Kedepan

"Segera kami tindak lanjuti, dan ternyata benar terjadi tawuran antara empat orang siswa SMK TI PGRI 11 Serpong dengan lawannya enam orang dari SMK Pustek Serpong," ujar Luckyto, Sabtu (2/3/2019).

Seorang pelajar dari Pustek Serpong pun mengalami luka akibat dari keganasan musuhnya yang menggunakan tongkat.

Polisi segera memburu pelajar yang membawa tongkat tersebut, setelah ditelusuri pemegang tongkat itu adalah Hamdani (18).

"Hamdani alias Dani adalah siswa kelas XII di SMK TI PGRI 11 Serpong. Tersangka menggunakan penggaris besi sepanjang 30 cm untuk melukai korban," jelas Luckyto.

Luckyto menerangkan, keributan itu bermula lantaran saling ejek, pertikaian pun pecah ketika para pelajar dari SMK TI PGRI 11 Serpong sedabg menunggu angkutan umum lalu lewat pelajar dari SMK Puster Serpong dengan sepeda motor.

Akibat perbuatannya, Hamdani dijerat Pasal 351 KUHPidana dan atau pasal 80 ayat (2) UU RI nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman penjara paling lama 5 tahun.

Penulis: Zaki Ari Setiawan
Editor: Hertanto Soebijoto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved