KASN Imbau Agar Anies Baswedan Beri Peringatan Dulu Sebelum Perombakan Jabatan

KASN Waluyo menegaskan bahwa sangat penting dilakukan peneguran atau peringatan sebelum melakukan rombak jabatan.

KASN Imbau Agar Anies Baswedan Beri Peringatan Dulu Sebelum Perombakan Jabatan
istimewa
Ilustrais CPNS 2018 

KOMISIONER Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) Waluyo menegaskan bahwa sangat penting dilakukan peneguran atau peringatan sebelum melakukan rombak jabatan.

Hal tersebut dilontarkan Waluyo menanggapi perombakan pegawai besar-besaran yang dilakukan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di lingkungan Pemprov.

Peringatan tersebut diperuntukan agar dalam organisasi tidak menimbulkan saling mencurigai sebab jelas akan kesalahannya.

"Sebenarnya yang lebih penting dalam manajemen ASN itu ada dikasih tau atau enggak, diberitahu nggak ke pejabat yang bersangkutan kesalahannya apa," ujar Waluyo saat dihubungi, Jumat (1/3/2019).

Ia juga mengaku sampai saat ini pihaknya belum menerima aduan dari para pejabat Pemprov yang didemosi (diturunkan jabatannya).

Waluyo mengimbau jika disinyalilr ada kesalahan prosedur dalam demosi, agar para pegawai tersebut melapor ke KASN.

"Kalau yang bersangkutan merasa dirugikan dengan rotasi ini lapor saja ke KASN," ucap Waluyo.

35 Jenderal TNI Naik Pangkat, Ini Daftarnya dan Jabatan yang Diemban

Anies Rombak Lurah dan Camat, Pencopotan Tanpa Teguran atau Panggilan

Menurutnya perombakan yang perlu dilaporkan ke KASN hanya untuk pimpinan tinggi pratama (eselon II) seperti Kepala Dinas dan Kepala Badan.

Sementara untuk jabatan Camat eselon III dan jabatan Lurah eselon IV tidak memerlukan rekomendasi dari KASN.

Namun tetap saja jika lurah dan camat didemosi karena banyak diadukan masyarakat karena kinerja kurang, langkah yang benar adalah memanggil dan memberi teguran terlebih dahulu.

"Saya baca kalau Lurah didemosi karena ada banyak laporan masyarakat. Silakan aja, didalami aja (oleh atasannya), diperiksa yang bersangkutan," ujar Waluyo.

Diketahui ada tiga orang yang didemosi dari jabatannya saat perombakan massal 1.125 pejabat pada Senin (25/2/2019) lalu.

Ketiganya adalah Isnawa Adji yang dulu menjabat sebagai Kepala Dinas Lingkungan Hidup, kini menjadi Wakil Wali Kota Jakarta Selatan.

Lalu Teguh Hendrawan yang dulu menjabat sebagai Kepala Dinas Sumber Daya Air, kini menjadi Staf Biro Tata Pemerintahan.

Terakhir Yani Wahyu Purwoko yang dulu menjabat sebagai Kepala Satuan Polisi Pamong Praja, kini menjadi Asisten Deputi Bidang Budaya.

Penulis: Anggie Lianda Putri
Editor: Dian Anditya Mutiara
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved