Pilpres 2019

Buya Syafii Maarif: Banyak Politikus Rabun Ayam, Masa Tuhan Diajak Pemilu?

Muhammadiyah Ahmad Syafii Maarif turut berkomentar soal puisi Neno Warisman pada acara Munajat 212, yang disebut-sebut berbau politis.

Buya Syafii Maarif: Banyak Politikus Rabun Ayam, Masa Tuhan Diajak Pemilu?
Kompas.com/Ika Fitriana
MANTAN Ketua PP Muhammadiyah, Ahmad Buya Syafii Maarif atau akrab disapa Buya Syafii, menjadi pembicara dalam kegiatan sarasehan kebangsaan di Gereja St Ignatius, Kota Magelang, Jawa Tengah, Rabu (25/4/2018). 

MANTAN Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah Ahmad Syafii Maarif turut berkomentar soal puisi Neno Warisman pada acara Munajat 212, yang disebut-sebut berbau politis.

Hal itu ia sampaikan saat menghadiri konferensi pers persiapan acara 'Doa dan Ikrar Anak Bangsa untuk Indonesia', di Aula Panti Trisula Perwari di Gondangdia, Jakarta Pusat, Kamis (28/2/2019).

Pria yang akrab disapa Buya itu menyebut, pembacaan puisi tersebut merupakan tindakan sadis dan biadab, karena menyeret Tuhan dalam percaturan politik.

Ini Isi Puisi Lengkap Neno Warisman di Malam Munajat 212 yang Dinilai Kampanye Terselubung

Pria kelahiran Sumatera Barat itu mengatakan, puisi Neno Warisman dapat memicu perpecahan di antara masyarakat Indonesia.

“Jangan sampai kita bermusuhan karena pemilu yang biasa saja, yang terjadi setiap lima tahun sekali, apalagi menggunakan puisi, itu sadis dan biadab,” kata Buya.

Buya mengaku prihatin atas sikap politikus di Indonesia yang berpikiran pendek, tanpa memikirkan nasib bangsa ke depan hanya untuk memenangkan kontestasi politik bernama pemilu.

BREAKING NEWS: Tiga Kapal Nelayan Terbakar di Pelabuhan Muara Baru Jakarta

“Secara serentak politikus sekarang lebih mementingkan diri sendiri daripada nasib bangsa ke depan, masa Tuhan dibawa pemilu? Kan tidak benar,” keluhnya.

Saat dikonfirmasi seusai acara, Buya mengaku sangat kecewa dengan puisi Neno Warisman tersebut.

“Memang saya selalu katakan seperti itu,” cetusnya.

Suara Ledakan Terdengar dari Kapal Nelayan yang Terbakar di Muara Baru

“Banyak politikus rabun ayam, yang jauh yaitu nasib bangsa seperti tidak dipikirkan, apalagi kini menyeret banyak fitnah, kebencian, dan bahkan menyeret Tuhan. Masa Tuhan diajak pemilu? Itu benar-benar terjadi,” paparnya.

Halaman
1234
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved