Kasus Narkoba

BNN Musnahkan Barang Bukti Narkoba Hasil Tangkapan Selama 3 Bulan Terakhir

Badan Narkotika Nasional (BNN) melalukan kegiatan pemusnahan barang bukti narkoba hasil tangkapan selama 3 bulan, periode November 2018 hingga Januari

BNN Musnahkan Barang Bukti Narkoba Hasil Tangkapan Selama 3 Bulan Terakhir
Warta Kota/Rangga Baskoro
Badan Narkotika Nasional (BNN) melalukan kegiatan pemusnahan barang bukti narkoba hasil tangkapan selama 3 bulan, periode November 2018 hingga Januari 2019, Jumat (1/3/2019). 

BNN Musnahkan Barang Bukti Narkoba Hasil Tangkapan Selama 3 Bulan Terakhir. Barang bukti yang dimusnahkan yakni 99,7 kilogram sabu, 9.990 butir ekstasi dan 118,34 kilogram daun khat.

BADAN Narkotika Nasional (BNN) melalukan kegiatan pemusnahan barang bukti narkoba hasil tangkapan selama 3 bulan, periode November 2018 hingga Januari 2019.

Barang bukti yang dimusnahkan yakni 99,7 kilogram sabu, 9.990 butir ekstasi dan 118,34 kilogram daun khat.

Kepala BNN Komjen Heru Winarko mengatakan, narkoba yang dimusnahkan tersebut berasal dari empat perkara berbeda yang dikirim melalui jalur darat, udara beserta laut.

Salah satu kasus melibatkan tiga tersangka yakni SB alias PU, MZU dan MZA yang kedapatan membawa 73,94 Kg Sabu dan 10.000 butir ekstasi melalui lintas perairan Aceh menggunakan kapal Boat KM, Karibia.

BREAKING NEWS: Prof Mahfud MD Laporkan Akun Twitter Kakek Kampret yang Dianggap Fitnah Dirinya

Ini Penyebab Film Dilan 1991 Ditolak Segelintir Massa di Makassar

Habis Juara Piala AFF U22, Ini Momen Kocak Marinus Wanewar dan Presiden Jokowi Soal Jalan di Papua

"Jaringan sindikat narkotika juga menyelundupkan melalui jalur Iaut dan darat. Sebanyak 73.94 kilogram sabu dan 10.000 butir ekstasi dibawa menggunakan kapal melalui perairan Jambuaye, Aceh Utara," kata Heru di Kantor BNN, Jumat (1/3/2019).

Sisa sabu, lanjut Heru atau sebanyak 25.8 kilogram lainnya dibawa lewat jalur perbatasan Medan dan Aceh dengan menggunakan mobil pick up.

"Berdasarkan pengakuan SB alias Pu, narkotika tersebut dia ambil di perairan Malaysia atas perintah BL (DPO) dengan upah Rp 10 juta per bungkusnya," ujarnya.

Untuk daun khat yang diseludupkan dari Ethiopia, Heru mengatakan pengiriman berhasil digagalkan berkat kecurigaan petugas bandara yang melakukan X-Ray lalu menemukan daun kering serupa teh.

Paket tersebut dikirim dengan tujuan alamat fiktif ke dua Provinsi berbeda, yaitu Tangerang, Provinsi Banten dan Cirebon Provinsi Jawa Barat.

"Dari hasil uji laboratorium diketahui bahwa daun kering tersebut merupakan narkotika jenis katinon. Petugas yang melakukan controlled delivery atas paket hingga kini belum berhasil menemukan tersangka," tuturnya.

Pemusnahan yang dilakukan dengan cara memasukan narkoba ke mesin incenerator di halaman parkir BNN, Cawang, Jakarta Timur disaksikan langsung oleh anggota Komisi III DPR Hinca Pandjaitan dan Jaksa Herlina dari Kejaksaan RI. (abs)

Penulis: Rangga Baskoro
Editor: Hertanto Soebijoto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved