Angka Perceraian di Depok Tinggi Hambat Target Jadi Kota Layak Anak

Hal ini menjadi penghalang Kota Depok meraih predikat KLA karena angka perceraian di kawasan yang lekat dengan predikat religius.

Angka Perceraian di Depok Tinggi Hambat Target Jadi Kota Layak Anak
Warta Kota/Gopis Simatupang
Angka perceraian di Kota Depok terbilang tinggi. 

Salah satu indikator penilaian Kota Layak Anak (KLA) adalah tingkat keharmonisan keluarga.

Hal ini menjadi penghalang Kota Depok meraih predikat KLA karena angka perceraian di kawasan yang lekat dengan predikat religius dan agamis itu masih tinggi.

Wali Kota Depok, Mohammad Idris Abdul Shomad, menyampaikan, berdasarkan data Pengadilan Agama Kota Depok tahun 2017, dari 9.300 pernikahan, 300 di antaranya berakhir dengan perceraian.

Dari 300 kasus cerai tersebut, hanya satu persen yang dapat didamaikan atau rujuk.

"Tahun 2018, katanya, udah turun, tapi belum ada data resmi dari Pengadilan Agama. Kita berharap untuk tahun 2019 juga bisa menurun, paling tidak jangan sampai 1.000," kata Idris saat menyampaikan tiga tahun kinerja pemerintahannya di Balai Kota Depok, Kamis (28/2/2019).

Dikatakan Idris, salah satu sasaran program ketahanan keluarga yang diusung Pemerintah Kota Depok adalah mencegah keretakan hubungan dalam rumah tangga.

Karena, keluarga yang retak membuat anak jadi korban.

Bahkan, perceraian juga dinilai sebagai bentuk kekerasan terhadap anak.

"Kota Layak Anak ini salah satu bagian dari program ketahanan keluarga."

"Di samping amanat pemerintah, kita sebagai pemerintah daerah juga punya program KLA."

Halaman
12
Penulis: Gopis Simatupang
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved