Wali Kota Depok Sebut Isu 9 Kampung Narkoba di Kota Depok Hoax

Idris tak menyangkal bahwa di wilayah Jawa Barat, khususnya Kota Depok, masih marak kasus peredaran narkoba.

Wali Kota Depok Sebut Isu 9 Kampung Narkoba di Kota Depok Hoax
Warta Kota/Gopis Simatupang
Wali Kota Depok Mohammad Idris Abdul Shomad 

WARTA KOTA, DEPOK ---  Wali Kota Depok Mohammad Idris Abdul Shomad menyebut bahwa isu sembilan kampung narkoba di Depok adalah berita bohong  alias hoax.

Menurut Idris, ketika mendengar isu kampung narkoba di Kota Depok, dia langsung berkomunikasi dengan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Depok, Rusli Lubis.

Isu sembilan kampung narkoba di Depok itu kabarnya diungkapkan oleh Kepala BNN Komjen Heru Winarko saat bertemu dengan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil beberapa waktu lalu.

"Kita udah minta konfirmasi dari BNN Kota Depok, katanya, 'wah enggak bener ini. Kita enggak pernah keluarkan pernyataan seperti ini'. Nah ini sedang dicek, siapa penyebar hoax pertama ini," ujar Idris saat ditemui di Gedung Balai Kota Depok, Kamis (28/2/2019).

Idris tak menyangkal bahwa di wilayah Jawa Barat, khususnya Kota Depok, masih marak kasus peredaran narkoba.

Namun, tentang kabar sembilan kampung narkoba di Depok, menurut dia, berlebihan.

"Kalau narkoba ya memang di Jawa Barat besar, tetapi kalau dibilang ada sembilan titik dari 15 kampung narkoba di Depok, enggak, enggak seperti itulah, kata Pak Rusli," ucap Idris.

BNN Sebut Ada 9 Kampung Narkoba di Depok Bikin Wakil Wali Kota Depok Kaget

Idris menambahkan, berdasarkan koordinasi dengan Rusli, Kepala BNN Komjen Heru sendiri kaget karena dia merasa tak pernah mengeluarkan pernyataan seperti itu.

"Sampai Kepala BNN Pusat itu terheran-heran. 'Enggak ada tuh, saya enggak pernah kasih pernyataan itu', kata Pak Rusli. Kalau narkoba memang banyak, kerjasama terus (dengan aparat untuk memberantas narkoba)," ucap Idris.

Cuma lewat

Halaman
123
Penulis: Gopis Simatupang
Editor: Intan Ungaling Dian
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved