Kasus Ratna Sarumpaet

Sidang Perdana Ratna Sarumpaet PN Jaksel Minta Wartawan untuk Tidak Live Report

Sidang perdana Ratna Sarumpaet diharapkan netralitas hakim terjaga. Termasuk mengatur wartawan

Sidang Perdana Ratna Sarumpaet PN Jaksel Minta Wartawan untuk Tidak Live Report
Warta Kota
Tersangka penyebaran berita bohong atau hoaks Ratna Sarumpaet, bergegas menuju Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan dari Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Kamis (31/1/2019). Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta memastikan berkas perkara Ratna Sarumpaet sudah lengkap atau P21 sehingga tim penyidik Polda Metro Jaya akan melimpahkan tahap dua barang bukti dan tersangka ke Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan. Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha 

JURU bicara Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Achmad Guntur meminta wartawan untuk turut menjaga kondusifitas sidang dan tak membuat majelis hakim kehilangan netralitasnya.

Alasan itu yang Guntur kemukakan saat memberikan penjelasan soal aturan peliputan sidang kasus hoax dengan terdakwa Ratna Sarumpaet yang digelar Kamis (28/2) pagi.

Banyaknya wartawan yang meliput sidang perdana Ratna Sarumpaet, membuat pihak pengadilan terpaksa membuat sejumlah aturan khusus seperti larangan melakukan siaran langsung saat proses sidang.

"Kalau lagi persiapan sidang silahkan kalau mau live. Tapi saat memasuki agenda inti sidang, kami minta untuk tidak live," kata Achmad Guntur jelang sidang berlangsung.

Guntur menambahkan, meskipun sidang berlangsung terbuka, namun hakim membutuhkan konsentrasi untuk memimpin sidang.

Banyaknya mata kamera ia takutkan akan mengganggu konsentrasi hakim.

"Hakim juga manusia. Pasti bisa terpengaruh dengan itu (proses live report saat sidang). Makanya, agar sidang berlangsung lancar, kami harap nanti tidak ada live," ungkapnya.

Penulis: Feryanto Hadi
Editor: Dian Anditya Mutiara
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved