Polresta Depok Bekuk 35 Pengedar Narkotika dari Berbagai Profesi di Sepanjang Februari

Total barang bukti yang disita dari 35 tersangka antara lain 738,5 gram sabu-sabu dan 15,8 kilogram ganja.

Polresta Depok Bekuk 35 Pengedar Narkotika dari Berbagai Profesi di Sepanjang Februari
Warta Kota/Gopis Simatupang
Mereka yang diciduk mulai dari driver ojek online, mahasiswa, hingga pengangguran. 

Sepanjang Februari 2019, Satuan Reserse Narkoba Polresta Depok membekuk 35 tersangka dari 28 kasus peredaran narkotika berbagai jenis.

Mereka yang diciduk mulai dari driver ojek online, mahasiswa, hingga pengangguran.

Wakapolresta Depok, Ajun Komisaris Besar Arya Perdana, mengungkapkan, total barang bukti yang disita dari 35 tersangka antara lain 738,5 gram sabu-sabu dan 15,8 kilogram ganja dengan wilayah peredaran Depok.

"Kita semua kenakan pengedar. Jadi, (disangkakan melanggar) Undang-undang nomor 35 tahun 2009 pasal 114 ayat 2 dengan ancaman hukuman minimal enam tahun, maksimal 20 tahun," ujar Arya di Mapolresta Depok, Kamis (28/2/2019).

Dari 28 kasus itu, kata Arya, ada tiga kasus menonjol, yakni penyitaan barang bukti 374,68 gram sabu dari tersangka seorang mahasiswa, barang bukti 214,82 gram sabu dari tersangka driver ojek online, serta terungkapnya 121,64 gram sabu dengan tersangka seorang pengangguran.

Menurut Arya, ke-35 tersangka mengedarkan narkotika dengan sasaran acak. "Dia enggak peduli siapa (pembelinya), yang penting ada yang mau beli, dia jual," ucapnya.

Dia menyampaikan, puluhan tersangka dijaring dari sejumlah tempat. Namun, dia tak mengungkap lokasinya karena aparat masih terus melakukan pengembangan kasus tersebut.

"Ini enggak bisa disebut, nanti kalau disebut orangnya kabur. Targetnya ada, tapi rahasia, enggak boleh," ucap Arya.

Meski menangkap puluhan tersangka pengedar, Arya menepis anggapan Kota Depok menjadi ladang subur peredaran narkoba. Menurutnya, kebanyakan dari pelaku hanya singgah lalu dibekuk saat masuk Depok.

"Sebenarnya begini, kalau di Depok sendiri itu mereka kebetulan lewat. Mereka ini kurir sekaligus pengedar. Mereka mau mengantarkan ke suatu tempat. Karena kita ada informasi, lalu kita tangkap. Tapi kalau kecenderungan orang pakai, misalnya dia pakai di Bekasi, ngambilnya dimana. Jadi di sini tuh daerah transit," tuturnya.

Salah satu yang ditangkap aparat Polresta Depok adalah Tarek (20), tersangka pemilik barang bukti 374,68 gram sabu. Pemuda yang berstatus mahasiswa perguruan tinggi di Pamulang, Tangerang Selatan, itu mengaku terpaksa menjadi pengedar sabu untuk membiayai kuliah.

"Faktor ekonomi, Ndan," ujar Tarek saat ditanya Arya alasan mengedarkan sabu. "Saya cuma nganter doang, kurir," katanya.

Tarek mengaku, dalam setiap transaksi, dia mendapat upah Rp 12.000 dari setiap gram sabu yang terjual.

"Baru tiga kali (mengedarkan sabu), buat bayar kuliah. Biasa nganter di daerah Gaplek situ," bilangnya.

Penulis: Gopis Simatupang
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved