Otomotif

Renault Akan Hadirkan Mobil LCGC hingga SUV di Tanah Air

Melihat beberapa kesalahan di masa lalu, Renault akan hadir dengan keinginan untuk memberikan lini produk lengkap bagi konsumen Tanah Air.

Renault Akan Hadirkan Mobil LCGC hingga SUV di Tanah Air
Istimewa
RENAULT Kwid 

"Kami akan masuk ke berbagai segmen, mulai dari mobil murah atau LCGC (Low Cost Green Car) sampai SUV (Sport Utility Vehicle)."

RENAULT kini resmi berada di bawah manajemen PT Maxindo Renault Indonesia (MRI). Melihat beberapa kesalahan di masa lalu, Renault akan hadir dengan keinginan untuk memberikan lini produk lengkap bagi konsumen Tanah Air.

"Kami akan masuk ke berbagai segmen, mulai dari mobil murah atau LCGC (Low Cost Green Car) sampai SUV (Sport Utility Vehicle). Cuma modelnya, belum bisa dibicarakan dahulu," kata COO PT MRI Davy J Tuilan saat bertandang ke kantor Kompas.com, Selasa (27/2/2019).

Salah satunya adalah menghadirkan pilihan transmisi yang diinginkan oleh beragam kalangan baik manual maupun otomatis.

Hal ini menyusul produk yang ditawarkan Renault sebelumnya hanya tersedia dalam pilihan transmisi manual.

Agen Pemegang Merek Renault di Indonesia Akan Menyiapkan MPV Rasa Eropa

"Dunia pemasaran otomotif itu tidak sederhana. Kalau produk hanya ditawarkan transmisi manual saja, susah untuk konsumen. Kita tahu Kwid sebelumnya ditawarkan hanya transmisi manual dan ini sulit," ucap Davy J Tuilan COO PT Maxindo Renault Indonesia (MRI).

Menurut Davy pilihan transmisi mempengaruhi pilihan calon konsumen yang akan memboyong produk Renault.

Sebab karakter pengguna transmisi manual biasanya ada di pinggiran kota besar sedangkan transmisi otomatis banyak di pusat perkotaan.

Renault Kwid saat acara Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2017 di Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSD City, Tangerang, Banten, Sabtu (19/8/2017).
Renault Kwid saat acara Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2017 di Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSD City, Tangerang, Banten, Sabtu (19/8/2017). (Kompas.com/Andreas Lukas Altobeli)

Selain itu pilihan produk ini juga berpengaruh dari penilaian lembaga pembiayaan untuk mengucurkan dana.

Jika pilihan hanya satu jenis produk saja maka jenis konsumen pun tidak terlalu luas, beseberangan dengan keinginan lembaga pembiayaan untuk meluaskan pasar.

Davy menjelaskan strategi yang diambil Renault saat ini adalah agresif.

Selain membangun eksposure merek melalui pembangunan diler, Davy mengungkapkan produk yang akan dibawa di masa depan juga akan sesuai dengan pasar Indonesia.

"Kalau rencana CKD, pemerintah sudah bicara dan itu benar. Tapi soal produk, bukan kami yang akan menjawab, tapi Renault pusat. Yang jelas produk ini akan cocok untuk pasar Asia dan yang pasti beragam kemungkinan untuk berkolaborasi dengan aliansi juga terbuka lebar," papar Davy. (Setyo Adi Nugroho) 

Editor: Fred Mahatma TIS
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved