Potensi Pasar Masih Besar, Warga Tangsel Dilatih Beternak Lele dan Patin

Dengan jumlah penduduk sekitar 1,5 juta jiwa dan angka konsumsi ikan sekitar 30,72 kilogram perkapita per tahun, maka dibutuhkan sekitar 46.080 ton ik

Potensi Pasar Masih Besar, Warga Tangsel Dilatih Beternak Lele dan Patin
Warta Kota
Walikota Tangsel, Airin Rachmy dalam Pelatihan Budidaya Ikan Lele dan Ikan Patin oleh DKP3 Tangsel 

 Berdasarkan data dari Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3), produksi ikan di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mengalami peningkatan hingga 80%.

Pada tahun 2018, produksi ikan di Tangsel mencapai 351,3 ton. Sedangkan pada tahun 2017 hanga 194,9 ton.

Untuk semakin meningkatkan budidaya ikan di Tangsel, DKP3 menggelar Pelatihan Budidaya Ikan Lele dan Patin dalam kegiatan Pengembangan Bibit Ikan Unggul di Balai Penyuluh Pertanian (BPP) DKP3 Jombang, Ciputat, Tangsel, Selasa (26/2/2019).

Program ini ditujukan kepada para kelompok pembudidaya ikan (Pokdakan) agar bisa meningkatkan produksi dan produktivitas usaha budidaya perikanan yang telah digeluti.

"Upaya ini terus dilakukan secara berkesinambungan dengan memberikan stimulus bantuan berupa pelatihan, kunjungan, temu usaha maupun bentuk kegiatan lainnya," kata Kepala DKP3 Tangsel, Nur Slamet.

Pelatihan budidaya lele dan patin yang dilaksanakan adalah tindak lanjut dari aspirasi masyarakat yang disampaikan melalui musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang) tingkat kelurahan, kecamatan, sampai kota pada 2018 lalu.

Wali Kota Tangsel, Airin Rachmi Diany mengatakan, usaha budidaya ikan memiliki potensi pasar yang besar di Kota Tangsel.

"Dengan jumlah penduduk sekitar 1,5 juta jiwa dan angka konsumsi ikan sekitar 30,72 kilogram perkapita per tahun, maka dibutuhkan sekitar 46.080 ton ikan per tahun," ujar Airin.

"Ini merupakan potensi pasar yang cukup besar untuk menyalurkan hasil budidaya perikanan yang dilakukan oleh kelompok-kelompok pembudidaya ikan di Tangsel," lanjutnya.

Selain potensi yang cukup besar, ada beberapa permasalahan yang sering dihadapi oleh kelompok pembudidaya ikan, antara lain semakin berkurangnya lahan untuk budidaya.

Oleh karena itu, kata Airin diperlukan teknologi-teknologi aplikatif yang bisa diterapkan oleh masyarakat, baik dalam kualitas maupun kuantitas, sehingga dengan lahan yang terbatas namun tetap bisa meningkatkan produksi dan produktivitas produksi perikanan.

Penulis: Zaki Ari Setiawan
Editor: Ahmad Sabran
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved