Peringati HPSN, TNI-Polri dan Warga Bersihkan Sampah di Kali Blencong

Proses pembersihan sampah dilakukan dengan menyusuri Kali Blencong memakai 15 kapal dari berbagai instansi dan 20 perahu nelayan.

Peringati HPSN, TNI-Polri dan Warga Bersihkan Sampah di Kali Blencong
Warta Kota/Junianto Hamonangan
Warga dan anggota TNI AL pembersihan sampah di Kali Blencong dengan perahu dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2019, Rabu (27/2). 

Laporan Wartawan Warta Kota, Junianto Hamonangan

CILINCING, WARTA KOTA -- Sebanyak 250 orang yang terdiri dari anggota TNI AL, Polair Polda Metro Jaya, bersama masyarakat pesisir dan nelayan bekerjasama membersihkan sampah di Kali Blencong, Marunda, Cilincing, Jakarta Utara, Rabu (27/2).

Proses pembersihan sampah dilakukan dengan menyusuri Kali Blencong memakai 15 kapal dari berbagai instansi dan 20 perahu nelayan.

Dengan bermodalkan jaring, sampah-sampah yang ditemukan langsung dengan sigap diambil.

Kepala Markas Unit Marunda Polair Polda Metro Jaya Iptu Ketut Swastika mengatakan kegiatan pembersihan sampah di Kali Blencong itu digelar dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2019.

“Jadi kita realisasikan di sini dalam bentuk kerjasama dengan semua instansi, stakeholder yang ada kita kumpulkan. Kita sama-sama kerja dengan tema yang sudah kita canangkan yaitu bekerjasama pasti kita bisa,” katanya.

Warga dan anggota TNI AL pembersihan sampah di Kali Blencong dengan perahu dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2019, Rabu (27/2).
Warga dan anggota TNI AL pembersihan sampah di Kali Blencong dengan perahu dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2019, Rabu (27/2). (Warta Kota/Junianto Hamonangan)

Menurut Ketut, pihaknya sengaja memilih Kali Blencong sebagai lokasi yang dianggap ideal untuk melaksanakan kegiatan tersebut.

Ia beralasan kegiatan semacam itu sudah seharusnya dimulai dari lingkungan sendiri.

“Pemilihan tempat lebih dikarenakan di lingkungan kita bekerja, di wilayah tempat instansi kita bekerja. Tentu dari rumah tangga kita, lingkungan kita, Marunda. Kita awali dari kesadaran kita,” ungkapnya.

Selanjutnya sampah-sampah yang berhasil diangkut dari Kali Blencong dibawa dengan menggunakan kapal dan perahu untuk dikumpulkan di tempat yang telah ditentukan.

“Hasil yang didapat kita kumpulkan, kita pilah mana yang organik dan anorganik,” ujar Ketut. (jhs)

Penulis: Junianto Hamonangan
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved