Pilpres 2019

Jokowi Bilang Ada Sembilan Juta Orang Percaya Hoaks Pelarangan Azan dan Pelegalan Pernikahan Sejenis

Jokowi menjelaskan, pemerintah tidak akan melakukan pelarangan azan, apalagi melegalkan pernikahan sejenis di Tanah Air.

Jokowi Bilang Ada Sembilan Juta Orang Percaya Hoaks Pelarangan Azan dan Pelegalan Pernikahan Sejenis
Warta Kota/Anggie Lianda Putri
Presiden Joko Widodo alias Jokowi bertekad akan terus melanjutkan program pembagian sertifikat tanah secara cuma-cuma ke seluruh warga Indonesia. 

PRESIDEN Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan, terdapat 9 juta orang yang percaya kabar bohong alias hoaks, bahwa pemerintah akan melarang azan dan membolehkan pernikahan sejenis.

Hal tersebut disampaikan Jokowi saat membuka Musyawarah Nasional Alim Ulama sekaligus Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Al-Azhar Citangkolo, Banjar, Jawa Barat, Rabu (27/2/2019).

"Survei kita 9 juta masyarakat percaya (hoaks tersebut), ini survei ilmiah," ujar Jokowi.

LIVE STREAMING Timnas Indonesia U-22 Vs Thailand: Indra Sjafri Mohon Doa Agar Bisa Angkat Piala

Hoaks pelarangan azan dan pelegalan pernikahan sejenis beredar di masyarakat disebarkan oleh orang tidak bertanggung jawab, dengan maksud menyerang capres Jokowi dan cawapres Maruf Amin dalam Pilpres 2019.

"Logikanya masuk atau enggak? Enggak masuk. Saya bisik-bisik kepada Prof Maruf Amin bagaimana mencegah ini," ucap Jokowi.

Jokowi menjelaskan, pemerintah tidak akan melakukan pelarangan azan, apalagi melegalkan pernikahan sejenis di Tanah Air.

Mahfud MD Bilang Pemerintah Bisa Diperkarakan Jika Menolak Berikan Data Lahan Berstatus HGU

"Kalau hal-hal seperti ini tidak direspons, masyarakat akan termakan. Kalau yang percaya 20-30 (orang) tidak apa, tapi kalau jutaan harus direspons," tutur Jokowi.

Dalam acara ini, turut hadir Mustasyar PBNU Maruf Amin, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, Menteri Agama Lukman Hakim, Ketua PBNU Said Aqil, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar.

Kemudian, Ketua Muslimat NU dan Gubernur Jawa Timur Khofifah, putri Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid alias Gus Dur, Yenny Wahid, dan lain-lainnya.

Maruf Amin Mengaku Dapat Julukan Kiai Jarum Super Setelah Jadi Cawapres Jokowi

Sebelumnya, Fadli Zon, anggota Dewan Pengarah Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, meyakini tiga perempuan yang diduga melakukan kampanye hitam terhadap Jokowi, bergerak atas inisiatif sendiri.

Halaman
1234
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved