Tim Jaguar Polres Depok Tangkap 20 Preman Hambat Pembangunan Tol Cinere-Jagorawi

"Menurut cerita dari masyarakat sekitar, ya mereka ini mengancam mau menganiaya, mau membacok para pekerja tol tersebut

Tim Jaguar Polres Depok Tangkap 20 Preman Hambat Pembangunan Tol Cinere-Jagorawi
Dok. Humas Kementerian PUPR
Sebagian ruas Tol Cijago Seksi II dilihat dari atas. Tol ini memiliki panjang 5,5 kilometer yang menghubungkan Jalan Raya Bogor hingga Kukusan. 

Tim Jaguar Polresta Depok menangkap 20 orang yang diduga mengintimidasi pekerja Tol Cinere-Jagorawi saat akan melakukan pengerjaan pembangunan di Komplek Pelni, Bakti Jaya, Sukmajaya.

Kepala Tim Jaguar Polresta Depok Iptu Winam Agus mengatakan, penangkapan tersebut berawal saat pihaknya sedang melakukan pengamanan pengerjaan Jalan Tol Cijago. Namun, saat itu ada beberapa oknum yang menghampiri dan mengaku menguasai lahan yang tengah dalam pembangunan Tol Cijago tersebut.

"Karena ada laporan Jalan tol Cijago tersebut masih tidak bisa dibebaskan, untuk itu kami berjaga di sana dalam rangka pengamanan pengerjaan jalan tol tersebut," ucap Winam di Polresta Depok, Senin (25/2/2019).

Polisi kemudian mencari tahu markas sejumlah orang yang kerap melakukan intimidasi tersebut. Mereka akhirnya ditangkap tak jauh dari lokasi pengerjaan proyek Tol Cijago.

"Kami menangkap mereka di markasnya yang tidak jauh dari lokasi, kita geledah dan ditemukan adanya senjata tajam di dalam markas mereka," ucapnya.

Winam mengatakan, senjata tersebut digunakannya untuk mengintimidasi pekerja tol dalam pelaksaan pengerjaan pembangunan tol tersebut.

"Menurut cerita dari masyarakat sekitar, ya mereka ini mengancam mau menganiaya, mau membacok para pekerja tol tersebut apabila melakukan pengerjaan pembangunan tol Cijago ini," ucapnya.

Ia mengatakan, intimidasi pekerja Jalan Tol Cijago ini sudah berlangsung belasan tahun. Hal ini menyebabkan pengerjaan Tol Cijago terhambat.

"Kasihan para pekerja ini mulai dari tahun 2005 sampai 2018 ini belum selesai-selesai karena beberapa oknum yang menghambat pengerjaan tersebut dan menguasai lahan tersebut," ucapnya.

Winam mengatakan, oknum tersebut mencari keuntungan dari lahan yang diakui miliknya tersebut.

Para oknum ini mengaku dari PT Gama Setya Perumahan Pelni untuk memanfaatkan lahan tersebut.

"Bukan ormas ya, mereka ini suatu kelompok yang seakan-akan diamanatkan oleh PT Gama Setya Perumahan Pelni. Padahal Gama Setya ini sudah tidak ada,"ucap Winam.

Winam mengatakan, mereka juga tidak punya surat kepemilikan lahan Komplek Pelni.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Polisi Tangkap 20 Orang yang Diduga Intimidasi Pekerja Tol Cijago",
Penulis : Cynthia Lova
Editor : Dian Maharani

Editor: Ahmad Sabran
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved