Pemilu 2019

KPU Depok Tingkatkan Target Partisipasi Pemilih Menjadi 80 Persen saat Pemilu 2019

Target KPU Kota Depok itu lebih tinggi dari target partisipasi pemilih secara nasional dan Pilpres 2014 yang hanya 73 persen.

KPU Depok Tingkatkan Target  Partisipasi Pemilih Menjadi  80 Persen saat  Pemilu 2019
Warta Kota/Gopis Simatupang
Petugas KPU Kota Depok tengah merakit kotak surat suara kardus di gudang KPU Kota Depok, Tugu, Cimanggis, Jumat (15/2/2019). 

WARTA KOTA, DEPOK ---  Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Depok menargetkan tingkat partisipasi pemilih dalam Pemilu 2019 mencapai 80 persen.

Target KPU Kota Depok itu lebih tinggi dari target partisipasi pemilih secara nasional dan Pilpres 2014 yang hanya 73 persen.

"Tingkat partisipasi Pemilu kami targetkan 80 persen. Kami optimis target itu dapat tercapai, di atas target nasional, yakni 77,5 persen," ujar Ketua KPU Kota Depok, Nana Shobarna, di sela-sela Deklarasi Pemilu Damai 2019 di Polresta Depok, Selasa (26/2/2019).

Selain target partisipasi pemilih, KPU Kota Depok juga menargetkan perhelatan Pemilu 2019 zero complain alias tidak ada keluhan atau masalah.

Dia berharap, tidak ada keluhan  baik dari peserta Pemilu, pemilih maupun masyarakat dan lembaga swadaya masyarakat.

Untuk itu, KPU terus melakukan bimbingan teknis ke bawah agar target itu dapat tercapai.

Tak hanya itu, kata Nana Shobarna, KPU juga memasang target pelaksanaan Pemilu di Kota Depok zero pemungutan ulang atau tidak ada pemungutan suara ulang.

KPU Kota Depok Umumkan Penerimaan Sumbangan Kampanye

Nana Shobarna juga berharap,  pengalaman Pemilu 2014 tidak terulang lagi. Ketika itu,  ada enam tempat pemungutan suara (TPS) yang melakukan pemungutan suara ulang.

"Walaupun itu diakibatkan gara-gara ada satu lembar surat suara dari Dapil Karawang, Bekasi, yang nyasar ke Kota Depok," ucapnya.

"Tetapi kami terus melakukan prepare agar itu tidak terjadi di Pemilu 2019 dengan lebih mengintensifkan pengawasan, controlling, kepada petugas kami agar pemungutan ulang tidak terjadi," ucapnya.

Harapan lainnya,  pelaksanaan Pemilu 2019 yang akan datang terbebas dari sengketa, baik sengketa di internal partai politik maupun antarcaleg dalam satu parpol, atau sengketa  dari luar parpol.

"Yakinlah, kami sebagai penyelenggara akan tetap berkomitmen menyelenggarakan Pemilu 2019 ini sesuai dengan mekanisme, sesuai dengan asa penyelenggaraan Pemilu, mengedepankan integritas, netralitas, dan independensi," kata Nana.

Dia mengingatkan, tak lama seusai Pemilu 2019, warga Kota Depok akan segera berhadapan dengan pelaksanaan Pemilihan Umum Wali Kota (Pilwalkot)  dan Wakil Wali Kota tahun 2020.

KPU Kota Depok Akui Gagal Penuhi Target

Oleh karena itu, dia mengajak masyarakat  ikut menjaga pesta demokrasi yang ada di depan mata agar Pilwalkot 2020  bisa berjalan lancar.

"Pencoblosan untuk Pilwalkot akan dilaksanakan pada September tahun 2020. Karenanya, ini tentu adalah berkat kalau kita mampu melaksanakan semua tahapan itu secara baik," ujar Nana Shobarna.

Penulis: Gopis Simatupang
Editor: Intan Ungaling Dian
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved