Berjaya di Era SBY, Petani Ini Mengadu ke Sandiaga Uno Minim Pupuk di Era Pemerintahan Jokowi

Petani bernama Fransiska warga Desa Nangameting, Nangalimang, Nusa Tenggara Timur mengadu ke cawapres Sandiaga Uno soal minim pupuk.

Berjaya di Era SBY, Petani Ini Mengadu ke Sandiaga Uno Minim Pupuk di Era Pemerintahan Jokowi
istimewa
Petani bernama Fransiska warga Desa Nangameting, Nangalimang, Nusa Tenggara Timur mengadu ke cawapres Sandiaga Uno soal minim pupuk. (SandiunoTV) 

Seorang petani bernama Fransiska, mengadu ke Calon Wakil Presiden (Cawapres) Sandiaga Salahuddin Uno atau Sandiaga Uno mengenai minim pupuk di wilayahnya di Desa Nangameting, Nangalimang, Nusa Tenggara Timur.

Fransiska mengatakan, pada masa pemerintahan Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono alias SBY, para petani tak mengalami minim akan pupuk di wilayahnya.

Namun, Fransiska di depan Sandiaga Uno yang saat itu tengah berkunjung dan menyapa para petani di wilayah Desa Nangameting, Nangalimang, mengatakan sangat menyayangkan kinerja pemerintahan saat ini.

Dikatakan Fransiska, pemerintahan saat ini yang dipimpin Joko Widodo alias Jokowi terbilang minim akan pupuk, sehingga para petani di wilayahnya mulai malas bekerja.

The Sacred Riana Tidak Pernah Salah Adegan Walaupun Baru Pertama Kali Syuting Film

BERITA VIDEO : Lucunya Jan Ethes Menemani Presiden Jokowi Berkeliling Kebun Raya Bogor

Pemkab Bekasi Janji Bangun Jalan di Desa Muara Bakti Babelan

"Masa-masa Pak SBY (Susilo Bambang Yudhoyono) kami sangat-sangat jaya sebagai seorang petani. Saya sebagai seorang petani itu banyak orang semangat bekerja. Mengapa orang banyak semangat bekerja?" jelas Fransiska dilansir Warta Kota melalui akun Youtube Sandiuno TV, Senin (25/2/2019).

Fransiska mengatakan kembali, banyaknya orang atau petani semangat bekerja karena tanah di wilayahnya tidak akan tumbuh subur tanpa pupuk.

Menurutnya, adanya pupuk di wilayahnya membuat orang tak hanya semangat bekerja namun membuat petani-petani menjadi makmur dan berjaya.

Namun, Fransiska menyayangkan kondisi terkini di wilayahnya yakni tak adanya pupuk tersedia, dan membuat para petani dan warga lainnya malas untuk bekerja.

"Karena tanah di Kelurahan Nangalimang tanpa pupuk tidak tumbuh, dengan pupuk tumbuh. Ujung tombak dari Flores ini adalah petani. Tapi sekarang apa? Petani jadinya malas bekerja karena pupuk tidak ada," jelasnya.

"Daripada saya bekerja sia-sia setahun hanya hasil 5 kilo beras, mendingan saya kerja sehari Rp 50.000, kan lebih untung. Jadi itu yang saya sangat-sangat sayangkan sekali pemerintah sekarang," lanjut Fransiska.

Halaman
12
Penulis: Panji Baskhara
Editor: Panji Baskhara
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved