Anak-anak Rentan Terkena Demam Berdarah, Begini Cara Pencegahannya

Dari awal tahun hingga 31 Januari 2019, kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Indonesia telah mancapai 15.132 kasus, 145 jiwa di antaranya meninggal d

Anak-anak Rentan Terkena Demam Berdarah, Begini Cara Pencegahannya
Warta Kota
Ilustrasi nyamuk demam berdarah dangue. 

DARI awal tahun hingga 31 Januari 2019, kasus Demam Berdarah Dengue (DBD)  di Indonesia telah mancapai 15.132 kasus, 145 jiwa di antaranya meninggal dunia. 

Sebagian besar menyerang anak-anak. 

Bahkan organisasi kesehatan dunia (WHO) menobatkan Indonesia sebagai Negara kedua dari 30 negara wilayah endemis dengan kasus terbesar.

Virus dengue yang menjadi penyebab DBD, ditularkan oleh gigitan nyamuk Aedes Aegypti. 

Penyakit DBD akan meningkat ketika terjadi saat hujan tidak lebat sehingga ada genangan air bersih.

Penyakit DBD bisa menyerang siapa saja. Tidak pandang usia.

Namun, karena anak apalagi bayi bisa jadi sulit menterjemahkan penyakit tersebut, peran orangtua sangat penting agar tidak lengah dan merengut nyawa buah hati.

Dr Leonard Nainggolan mengatakan, pada kasus DBD, terjadi kebocoran plasma yang mengandung air, gula dan elektrolit dari dalam pembuluh darah ke jaringan sekitarnya.

Akibat kebocoran yang terjadi dapat menimbulkan gejala penyakit yang ringan, syok bahkan kematian.

Penanganan utama kasus DBD adalah mengganti cairan dan elektrolit yang keluar tersebut.

Halaman
1234
Penulis: Lilis Setyaningsih
Editor: Hertanto Soebijoto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved