Aktivis Ciliwung Dianggap Sebagai Local Hero Pembersihan Sampah

Dari 7.000 ton sampah itu, hanya 75 persennya yang dapat diangkut, delapan persen atau sekitar 180 ton mengendap di Sungai Ciliwung,

Aktivis Ciliwung Dianggap Sebagai Local Hero Pembersihan Sampah
Warta Kota
Puluhan aktivis dari Komunitas Ciliwung Depok (KCD) turun ke bantaran Sungai Ciliwung di kolong jembatan kompleks Grand Depok City (GDC), Pancoran Mas, Kota Depok, untuk membersihkan sampah, Minggu (24/2/2019). 

Dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional, puluhan aktivis dari Komunitas Ciliwung Depok (KCD) turun ke bantaran Sungai Ciliwung di kolong jembatan kompleks Grand Depok City (GDC), Pancoran Mas, Kota Depok, untuk membersihkan sampah, Minggu (24/2/2019).

Sinta Saptarina Soemiarno, Direktur Penilaian Kinerja Pengelolaan Limbah B3 dan Limbah Non B3, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menganggap para aktivis tersebut sebagai pahlawan lokal (local hero) dalam hal pembersihan sampah di Sungai Ciliwung.

"Semua inisiatif yang seperti ini kami anggap bisa menjadi local hero, yang harus diduplikasikan di mana-mana," ujar Sinta di bantaran Sungai Ciliwung kawasan GDC.

Berdasarkan data Ditjen Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan KLHK, setiap hari sekitar 7.000 ton sampah dibuang di Sungai Ciliwung.

Praktik membuang sampah terjadi sejak hulu sampai hilir sungai. Paling parah terjadi di wilayah Bogor dan Depok.

Dari 7.000 ton sampah itu, hanya 75 persennya yang dapat diangkut, delapan persen atau sekitar 180 ton mengendap di Sungai Ciliwung, dan sisanya terbawa sampai ke laut.

"Padahal mikroplastik itu sangat bahaya, mengingat itu bisa masuk ke dalam semua biota laut yang bisa kita makan dan permasalahan ini juga sudah menjadi perhatian internasional," bilang Sinta.

"Jadi kegiatan hari ini ada inisiatif yang bagus sekali dari Komunitas Ciliwung Depok untuk bersih-bersih sampah. Kami dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan sangat apresiasi kegiatan ini karena memang setiap 21 Februari itu diperingati sebagai Hari Peduli Sampah Nasional," tuturnya.

Sinta menyampaikan, inisiatif dari masyarakat sangat dibutuhkan karena target penanganan sampah secara nasional tahun 2025 adalah 100 persen. Terdiri dari target pengelolaan sampah 70 persen dan pengurangan sampah melalui 3R (reuse, reduce, recycle) sebesar 30 persen.

"Nah masyarakat bagian penting dari pengurangan. Jadi pengurangan itu akan sangat baik ketika dari hulunya. Konsep 3R itu sangat berperan di dalam masyarakat karena masyarakat sebagai penghasil (sampah) dia sangat berperan untuk mengurangi dari awal," kata Sinta.

"Misalnya, sudah tidak menggunakan produk yang akan menimbukan limbah plastik, seperti gelas plastik, kantong plastik, sedotan plastik, seperti itu. Karena Indonesia sudah dilihat di mata internasional sebagai penghasil limbah plastik terbesar kedua di dunia," jelasnya. (gps)

Penulis: Gopis Simatupang
Editor: Ahmad Sabran
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved