Sherly dan Farhan Menjadi Pemenang Lomba Melukis Lingkungan Internasional Kao di Jepang

Sherly Vermont Kwerni (12) dan Farhan Wibisono (14) berhasil menjadi pemenang di ajang Lomba Melukis Lingkungan Kao, yang diadakan di Jepang.

Sherly dan Farhan  Menjadi Pemenang Lomba Melukis Lingkungan Internasional Kao di Jepang
ISTIMEWA
Sherly dan Farhan saat menerima hadiah sebagai pemenang lomba melukis lingkungan internasional Kao di Jepang. 

KUNINGAN, WARTA KOTA -- Dua anak Indonesia yaitu Sherly Vermont Kwerni (12) dan Farhan Wibisono (14) berhasil menjadi pemenang di ajang Lomba Melukis Lingkungan Kao, yang diadakan di Jepang.

Keduanya menjadi terbaik dari 12.563 Iukisan dan 44 negara yang masuk.

"Tahun ini bisa dibilang merupakan salah satu tahun terbaik dalam pelaksanaan Lomba Melukis Lingkungan Kao. Kami menerima 4.379 lukisan dari seluruh Indonesia. Hal ini mengalami kenaikan sekitar 18,2%. Dari segi kuantitas dan kualitas, kegiatan ini mengalami perkembangan. Dua anak indonesia yaitu Sherly dan Farhan juga terpilih mewakili Indonesia di Jepang. Pencapaian ini tentu sangat mengembirakan bagi Kao Indonesia. Mereka seolah mewakili tingginya harapan anak bangsa untuk kelestarian bumi yang dapat diwujudkan ke dalam tindakan nyata sederhana sehari-hari.” ujar Johny Lay, Senior Manager Corporate Communications and Head Committee Painting Contest Kao Indonesia kepada wartawan di Lotte Avenue, Sabtu (23/2/2019).

Lomba Melukis Lingkungan Kao untuk Anak-anak ini mengusung tema ”Eco Together”.

Para peserta diajak untuk mengungkapkan berbagai cara yang dapat dilakukan dalam aktivitas sehari-hari untuk menjaga lingkungan.

Para peserta juga diajak untuk menorehkan ide ke dalam lukisan yang mereka buat. Peserta bebas menggunakan berbagai material dalam lukisannya.

Lewat kontes ini, anak-anak diajak untuk aktif menjadi agen perubahan yang mampu mendorong teman-teman, keluarga, serta orang terdekat di sekitar lewat ide-ide dalam menciptakan lingkungan bersih, sehat dan ramah.

Farhan yang masih berusia 14 tahun dari Sidoarjo melukis tentang kehidupan bercocok tanam di desanya.

la mengambil inspirasi dari keadaan sekitarnya dan berbagai situasi yang terjadi di Indonesia.

"Indonesia baru-baru ini mengalami bencana alam yang disebabkan oleh dampak tanah gundul. Saya ingin Indonesia hijau kembali dan dikenal kembali sebagai negara agraris. Dalam lukisan itu ada beberapa tahap, langkah pertama adalah mengolah tanah dan menanam bibit pohon dengan baik dan pada tahap kedua menunjukkan bahwa masyarakat senang dan lebih rajin merawat tanaman. Tahap ketiga dan keempat adalah tahap terakhir di mana orang bahagia karena pohon telah tumbuh dengan baik. Mereka lalu merayakan rasa syukur dengan reog untuk menghibur masyarakat, meningkatkan antusiasme, dan mengungkapkan terima kasih kepada Tuhan,” ujar Farhan yang bersekolah di SMP Al-lslam Krian, Sidoarjo.

Halaman
123
Penulis: Lilis Setyaningsih
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved