Mal di Banten Masih Digemari Pengunjung Walau E-Commerce Menjamur, Ini Alasannya

Tren belanja online yang kian marak ternyata tidak mempengaruhi jumlah pengunjung yang mendatangi mal di kawasan Provinsi Banten.

Mal di Banten Masih Digemari Pengunjung Walau E-Commerce Menjamur, Ini Alasannya
Warta Kota/Yosia Margaretta/M14
Festival Kuliner -- Salah satu suasana di area Festival Kuliner Wisata Slera Nusantara yang berlangsung di Supermall Karawaci, Tangerang, 

Tren belanja online yang kian marak ternyata tidak mempengaruhi jumlah pengunjung yang mendatangi mal atau pusat perbelanjaan.

Ketua DPD Asosiasi Pengusaha Pusat Belanja (APPBI) Banten, Heru Nasution menerangkan, 95 persen masyarakat Indonesia tetap menyukai datang ke mal dan berbelanja secara langsung.

Heru mengatakan saat ini masyarakat lebih banyak memanfaatkan toko online hanya untuk melihat barang dan menjadikannya pertimbangan.

Sedangkan untuk membelinya mereka akan tetap kembali ke mal.

"Jadi cuma lihat barang aja dan reviewnya di online," kata Heru di Green Office Park BSD City, Kabupaten Tangerang, Sabtu (23/2/2019).

Dari kiri ke kanan: Ketua DPD APPBI Banten Heru Nasution dan Ketua Umum DPP APPBI Stefanus Ridwan di Green Office Park BSD, Kabupaten Tangerang
Dari kiri ke kanan: Ketua DPD APPBI Banten Heru Nasution dan Ketua Umum DPP APPBI Stefanus Ridwan di Green Office Park BSD, Kabupaten Tangerang (Warta Kota/Zaki Ari Wibowo)

Kebiasaan Melihat Fisik Barang

Kebiasaan masyarakat untuk melihat fisik barang secara langsung dan mencobanya ternyata juga menjadi dampak baik bagi pusat perbelanjaan.

"Sebenarnya pasar kita masih senang melihat dan mencoba dulu barangnya," tuturnya.

Heru juga menjelaskan, bioskop memiliki peran penting karena menjadi alasan terbesar bagi masyarakat untuk datang ke mal.

"Sekarang ini orang ingin ke mal karena mau nonton. Jadi mal harus berinovasi membuat sesuatu yang lebih disenangi disukai masyarakat,” katanya.

Kendati demikian, memang terdapat beberapa mal di Banten yang sepi peminat. Menurut Heru hal itu disebabkan pengelolaan mal.

Oleh karenanya, Heru menekankan agara pengelola mal terus berinovasi guna menarik para pengunjung dan memaksimalkan penjualannya.

"Jadi jangan sampai bikin acara, acaranya ramai, penuh. Tapi penjualannya tidak berpengaruh, sepi. Jadi ini mesti dicari solusinya,” ujarnya.

Penulis: Zaki Ari Setiawan
Editor: Mirmo Saptono
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved