Advertorial

Praktik Door to Door Ke Rumah Pasien

Pengalaman membantu pasien ibu-ibu di sekitar tempat tinggalnya untuk melahirkan membulatkan tekad Atiah beralih profesi dari perawat menjadi bidan.

Praktik Door to Door Ke Rumah Pasien
Warta Kota/Hironimus Rama
Bidan Atiah Hayati AM, Keb sedang melayani konsultasi kesehatan pasien di tempat praktiknya, Jalan Mesjid Rawa Bacang Rt.008 Rw.014, Jati Rahayu, Pondok Melati, Bekasi – Jawa Barat. 

MESKIPUN menjadi bidan bukan cita-cita masa kecilnya, perjalanan hidup Atiah Hayati AM, Keb lah yang membawa dirinya menekuni pekerjaannya sampai saat ini.

Semasa kecil, bidan Atiah ingin masuk Sekolah Kepandaian Putri (SKP), dikarenakan lokasinya yang cukup jauh maka dia mengurungkan niatnya.

“Saya daftar ke sekolah kesehatan Mardi Yuana di Serang. Satu minggu sekolah di situ, saya pindah ke Sekolah Perawat Kesehatan (SPK) RS PGI  Cikini Jakarta, setelah lulus saya langsung berkerja disana sebagai perawat dan pada tahun 1994 setelah lulus ujian PNS saya pindah kerja ke klinik Direktorat Pembekalan Angkutan Angkatan Darat (Ditbekangad)," kata Atiah saat ditemui Warta Kota, Selasa (29/1).

Tahun 1995, Atiah pindah tempat tinggal dari Cikini ke Jati Rahayu, Pondok Melati, Bekasi, Jawa Barat.  Bersama suaminya, dia membeli kontrakan di kawasan ini.

"Sejak pindah ke sini, banyak orang yang datang ke saya untuk meminta bantuan saat sakit, mulai dari sakit ringan hingga melahirkan. Sejak saat itu, saya menjalani praktek door to door  setelah jam kerja. Ada yang panggil, saya datang," imbuhnya.

Pengalaman membantu pasien ibu-ibu di sekitar tempat tinggalnya untuk melahirkan membulatkan tekad Atiah untuk beralih profesi dari perawat untuk menjadi bidan. Karena itu, pada tahun 2003, ibu dua anak ini memutuskan untuk kuliah kebidanan di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Istara Nusantara, Condet, Jakarta Timur.

Lulus dari Stikes Istara pada tahun 2006, Atiah langsung mengurus surat izin untuk praktek kebidanan di kediamannya. Setelah mendapat surat izin, dia membuka klinik di rumahnya. Di klinik inilah dia melayani pasiennya.

Sejak pensiun dari Direktorat Pembekalan Angkutan Angkutan Darat (Ditbekangad) beberapa tahun lalu, Atiah melayani pasien selama 24 jam dibantu oleh dua orang asisten bidan. Klinik yang cukup luas ini memberikan berbagai pelayanan seperti konsultasi KB, pemeriksaan kehamilan, persalinan hingga pasien berobat rawat jalan.

Kerja ikhlas

Saat melayani para pasien, ada begitu banyak pengalaman menarik yang dialami Atiah. Salah satu pengalaman berkesan yang tidak akan pernah dilupakannya adalah saat melayani lima pasien bersalin sekaligus dalam satu malam pada pertengahan tahun 2006, terlebih keesokan harinya dia harus menjalani ujian akhir kelulusan di Akbid Istara Nusantara.

Halaman
123
Penulis: Hironimus Rama
Editor: Ichwan Chasani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved