Muncul Pesan Bakal Ada Tawuran di Flyover Kranji, Polisi Jaga Semalaman

Mereka berkeliling ke semua sudut flyover hingga bekeliling ke area sekitar flyover. Namun, sejak pukul 20.00 WIB hingga subuh tadi tidak ada tanda-ta

Muncul Pesan Bakal Ada Tawuran di Flyover Kranji, Polisi Jaga Semalaman
Warta Kota/Muhammad Azzam
Polisi memantau flyover Kranji Bekasi Barat. 

Laporan Wartawan Warta Kota, Muhammad Azzam

BEKASI, WARTA KOTA -- Muncul kabar dari pesan Whatsapp, akan ada tawuran di Flyover Kranji, Bekasi Barat, pada Kamis (21/2/2019) malam membuat jajaran Polsek Bekasi Kota standby semalaman di lokasi tersebut.

Pantauan Wartakota semalam, ada dua mobil polisi yang berada dilokasi dengan sekitar 5 personil.

Mereka berkeliling ke semua sudut flyover hingga bekeliling ke area sekitar flyover. Namun, sejak pukul 20.00 WIB hingga subuh tadi tidak ada tanda-tanda tawuran.

Pihak kepolisian sempat menghindari lokasi dan memantau dari jarak jauh serta menggunakan polisi pakaian preman agar tidak ketahuan sedang ditunggui oleh para remaja yang ingin tawuran tersebut. Namun, tetap tidak ada.

Tak hanya di flyover Kranji di sejumlah lokasi seperti Jalan Agus Salim Bekasi Timur, hingga Jalan Kaliabang, Bekasi Utara juga petugas patroli dari pihak kepolisian hadir di lokasi itu.

Di luar itu hoax atau tidak, Kasubag Humas Polres Metro Bekasi Kota, Kompol Erna Ruswing mengungkapkan kegiatan itu sebagai langkah antisipasi agar tidak terjadi tawuran yang bisa menyebabkan korban jiwa.

"Kita tidak mau kejadian tawuran yang menewaskan 2 remaja terulang. Begitu mendapatkan informasi mau ada tawuran, kita langsung turun cek dan jaga," kata Erna kepada Wartakota, Jumat (22/2/2019).

Erna menjelaskan sebenarnya pihaknya sudah rutin melakukan patroli dan pengawasan potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.

Namun, minimnya jumlah personil membuat pihaknya beberapakali kecolongan.

"Kita rutin, tiap Polsek patroli wilayah. Dari Polres juga patroli lihat situasi, bubarkan anak-anak nongkrong tengah malam, tapi memang kan terbatas personil," ujarnya.

Untuk itu, kata Erna, ia meminta peran serta orangtua dan masyarakat untuk mengontrol dan ikut mengawasi keberadaan anak-anak remaja dilingkungannya.

"Jadi ini kan tanggungjawab bersama. Semuanya bukan hanya kami, harus ada ikut serta masyarakat jangan cuek dan biarkan gitu saja kalau ada kumpul-kumpul, anak anak nongkrong yang mengarah tawuran bubarkan," katanya.

Penulis: Muhammad Azzam
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved