Ini Komentar Rocky Gerung Soal Pertemuan Rahasia Jokowi & Bos Freeport, Jokowi Jelaskan Begini

Ini Komentar Rocky Gerung Soall Pertemuan Rahasia Jokowi & Bos Freeport, Jokowi Jelaskan Begini.

Ini Komentar Rocky Gerung Soal Pertemuan Rahasia Jokowi & Bos Freeport, Jokowi Jelaskan Begini
youtube Indonesia Lawyers Club
Rocky Gerung 

AKADEMISI Rocky Gerung juga mengikuti dinamika terkait desas-desus pertemuan antara Presiden RI Jokowi dengan Presiden Freeport McMoran Inc, James R. Moffet .

Dalam ciutan terbarunya di Twitter, Rocky Gerung mengomentari pertemuan Jokowi dengan Bos Freeport ini.

Awal mula pertemuan Jokowi dan Bos Freeport diungkap Said Didu salah satu tim kampanye Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

"Pada mulanya. . Pertemuan Rahasia Jokowi dan Bos Besar Freeport, Jim Moffet," kicau Rocky Gerung seperti dilansir tribun-timur.com Jumat (22/2/2019) dari akun twitter Rocky Gerung @rockygerung.

Salah satu cuitan meminta Rocky Gerung untuk membaca ulang wawancara Sudirman Said pada 2015 agar tidak terjadi kesalahan.

"Kalau pakai akal sehat, coba baca wawancara @sudirmansaid di Majalah TAMBANG Nov 2015 ini. Siapa yang berbohong?' tulis akun Prastowo Yustinus memberi opini pembanding atas cuitan Rocky Gerung.

Mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said mengungkapkan adanya pertemuan antara Jokowi dengan Presiden Freeport McMoran Inc, James R. Moffet di Indonesia.

Rocky Gerung
Rocky Gerung (youtube Indonesia Lawyers Club)

Ria Ricis Dapat Rp 43 Miliar dari Youtube, Ini Reaksinya Saat Diberitahu Akunnya Dibanned Permanen

Filsuf UI Murid Rocky Gerung : Turunkan Saja Kefilsafatan Anda Dari Filsuf Jadi Ahli Propaganda

Polisi Minta Filsuf UI Jadi Saksi Ahli Kasus Kitab Suci Fiksi Rocky Gerung, Jawabannya Mengejutkan

Pertemuan rahasia tersebut menurut Sudirman Said, menjadi cikal bakal keluarnya surat tertanggal 7 Oktober 2015 dengan nomor 7522/13/MEM/2015 yang berisi perpanjangan kegiatan operasi freeport di Indonesia.

Selama ini, ia sering dituding sebagai orang yang memperpanjang izin tersebut.

"Mengenai surat, tanggal 7 Oktober 2015, jadi surat itu menjadi penguatan publik, saya seolah olah memberi perpanjangan izin, itu persepsi publik," kata Sudirman Said di acara diskusi peluncuran buku 'Satu Dekade Nasionalisme Pertambangan', di Kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu, (20//2/2019).

Halaman
1234
Editor: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved