Satpol PP Depok Akan Patroli 24 Jam

Jelang Pemilihan Umum Serentak 2019, April mendatang, Satpol PP Kota Depok menggelar patroli selama seharian penuh

Satpol PP Depok Akan Patroli 24 Jam
Warta Kota/Gopis Simatupang
Tumpukan spanduk yang ditertibkan Satpol PP Kota Depok karena melanggar. 

DEPOK, WARTA KOTA -- Guna mengantisipasi potensi gangguan jelang Pemilihan Umum Serentak 2019, April mendatang, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Depok akan menggelar patroli selama seharian penuh atau 24 jam.

Kepala Satpol PP Kota Depok, Lienda Ratna Nurdianny, mengatakan, nantinya tim akan dibagi menjadi empat grup yang akan berpatroli di 12 kecamatan se-Kota Depok.

Satu grup menangani masing-masing empat kecamatan.

Tiap grup akan bertugas dalam tiga shift. Satu shift terdiri dari sembilan personel. Sehingga, tiap harinya akan ada total 27 personel dalam satu grup yang bertugas secara estafet.

Shift pertama bertugas mulai pukul 08.00-16.00 WIB, shift kedua start pukul 16.00-24.00 WIB, serta shift ketiga berpatroli mulai pukul 00.00-08.00 WIB.

"Ini sifatnya memang patroli, kalau namanya patroli kan lebih kepada deteksi dan pendataan. Paling tidak dengan adanya patroli, masyarakat yang dalam tanda kutip berpotensi melakukan pelanggaran agak segan, karena terus-menerus. Kalau bahasa gayanya continuous patrol," ujar Lienda, Kamis (21/2/2019).

Dia menjelaskan, tugas para personel yang patroli 24 jam lebih kepada fungsi monitoring terhadap potensi pelanggaran.

Antara lain menertibkan Pedagang Kaki Lima (PKL), Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS), spanduk yang melanggar aturan, dan lain-lain.

"Kalau ada pelanggaran, secara persuasif kita harus lakukan peneguran. Peneguran lisan dulu. Bisa berupa tindakan, tapi tindakan yang berupa non justisi. Misalnya ada spanduk yang melintang, itu pasti melanggar ditertibkan, termasuk PKL juga. Tapi kalau PKL kan ada SOP-nya, enggak bisa langsung ditertibkan," terang Lienda.

Dijelaskannya, tugas para anggota Satgas lebih kepada pendataan dan pembinaan terhadap para pelanggar.

Untuk masalah penindakan, kata Lienda, nanti ada timnya sendiri.

Lienda sebenarnya berharap jumlah personel yang berpatroli tiap harinya lebih banyak.

Namun, terbatasnya personel membuat dia memutuskan untuk menurunkan seluruh petugas dengan sistem bergilir (shift).

Dia menambahkan, program patroli 24 jam ini disambut aparat keamanan lain, baik oleh Polresta Depok maupun Kodim 0508/Depok.

"Dari pihak Kodim 0508 Depok, Polres mereka kan punya patroli juga. Karena keterbatasan personel kita baru punya empat grup yang di dalamnya terdiri dari tiga shift," ucapnya. (gps)

Penulis: Gopis Simatupang
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved